Hubungan Antara Partisipasi Kerja Wanita Menikah Dengan Persepsi Tingkat Kemiskinan Subjective Well-being di Indonesia
The Relationship between Labor Force Participation of Married Women and Self-Reporting Poverty Subjective Well-being in Indonesia
Pengarang:
Ratnasya Winfi Putri - ; Dwini Handayani (Penguji) - ; Muhammad Hanri (Penguji) - ; Putu Geniki Lavinia Natih (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Kesenjangan partisipasi kerja antara wanita dan pria dalam ketenagakerjaan di Indonesia menunjukkan adanya hambatan struktural dan normatif, terutama bagi wanita dengan status menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status bekerja dan perubahan status bekerja wanita menikah terhadap persepsi tingkat kemiskinan yang diukur melalui indikator subjective well-being. Menggunakan data longitudinal Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang keempat (2007) dan kelima (2014), penelitian ini mengestimasi model ordered logit dengan variabel fixed effect untuk mengakomodasi karakter ordinal dari variabel dependen. Selain itu, dilakukan analisis Average Marginal Effects guna memperoleh interpretasi probabilistik dari hasil estimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, status bekerja secara eksklusif tidak berkorelasi signifikan terhadap subjective well-being. Adapun perubahan status bekerja dari bekerja pada tahun 2007 menjadi tidak lagi bekerja pada tahun 2014 terbukti memiliki hubungan negatif terhadap persepsi tingkat subjective well-being wanita menikah sehingga program jaminan sosial menjadi pilihan kebijakan dalam mengatisipasi shock dari sisi ketenagakerjaan. Faktor capaian terbukti kuat berkontribusi positif secara konsisten terhadap persepsi tingkat kemiskinan subjective well-being wanita menikah di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan bekerja tidak dapat dipisahkan dari faktor interseksional seperti peran gender, struktur rumah tangga, dan tingkat pendidikan, yang secara simultan memengaruhi persepsi kemiskinan subjective well-being wanita menikah di Indonesia.