Revisiting the Long-Term Effect of Islamic Schooling: Evidence from School Construction Program in Indonesia
Menelaah Kembali Dampak Jangka Panjang Pendidikan Islam: Bukti dari Program Pembangunan Sekolah di Indonesia
Pengarang:
Nadya Ahda - ; Jahen Fachrul Rezki (Penguji) - ; Muhammad Halley Yudhistira (Penguji) - ; Rus'an Nasrudin (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Studi ini meninjau kembali tingkat pengembalian pendidikan dengan berfokus pada sekolah Islam (madrasah). Sejarah panjang dan proporsi kehadiran siswa pada sekolah Islam yang cukup besar menjadi dasar pemilihan Indonesia sebagai konteks studi. Studi ini mengeksploitasi variasi pada program pembangunan sekolah dasar INPRES secara masal pada tahun 1973-1974 untuk menjadi instrumen bagi variabel sekolah Islam. Untuk memastikan paparan terhadap program tersebut, tahun kelahiran juga dipertimbangkan. Dengan menggunakan data mikro IFLS, studi ini menemukan adanya penalti upah sebesar 36.5 persen untuk setiap tahun tambahan yang dihabiskan di sekolah menengah Islam. Pada analisis heterogenitas, studi ini melihat bahwa dampak negatif sebagian besar disebabkan oleh sampel laki-laki dan bertempat tinggal di Jawa. Namun demikian, studi ini tidak menemukan bukti kuat bahwa penalti upah dimediasi oleh pendidikan tinggi. Alih-alih menyoroti inferioritas yang dirasakan dari jalur pendidikan berbasis agama, hal ini justru membenarkan perlunya strategi kebijakan yang mampu menutup kesenjangan antara kualitas lulusan sekolah Islam dan non-Islam.