Hubungan KIP, Karakteristik Sosial dan Demografi Terhadap Rata-Rata Lama Sekolah dan PDRB Per Kapita di Indonesia
The Relationship between the Indonesia Smart Card Program (KIP) Program, Social and Demographic Characteristics on Mean Years of Schooling and GDRP Per Capita in Indonesia
Pengarang:
Taufik Hidayat - ; Ninasapti Triaswati (Pembimbing/Promotor) - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Thia Jasmina (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) terhadap Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) dan kesejahteraan ekonomi yang diukur melalui PDRB per Kapita. Penelitian menggunakan data panel dari 511 kabupaten/kota di Indonesia selama periode 2020–2023 dan mengaplikasikan pendekatan Fixed Effects Model (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa Efek positif yang signifikan setelah dua tahun Program KIP berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan RLS, serta secara tidak langsung meningkatkan PDRB per Kapita melalui mediasi pendidikan. Efek ini mulai terlihat secara signifikan setelah dua tahun, mencerminkan adanya lag time dalam implementasi kebijakan hingga dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Hasil juga menunjukkan adanya ketimpangan spasial, di mana efek Program KIP lebih besar di wilayah Indonesia Barat dibandingkan Timur. Analisis kuadran memperlihatkan bahwa Program KIP paling efektif pada daerah yang sudah mapan maupun wilayah tertinggal (Kuadran I dan III), namun kurang optimal di daerah dengan capaian pendidikan rendah meski menerima bantuan tinggi (Kuadran IV) atau capaian pendidikan tinggi tetapi bantuan rendah (Kuadran II). Faktor sosiodemografi seperti urbanisasi, umur penduduk, dan pengeluaran rumah tangga memperkuat efek KIP terhadap RLS, sementara peran Dana BOS dan DAK Pendidikan lebih terasa dalam jangka menengah. Temuan ini menegaskan pentingnya penyesuaian kebijakan berbasis wilayah (place-based policy) agar efektivitas Program KIP semakin merata dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui jalur peningkatan pendidikan.