Tesis
Analisa Hubungan Penyediaan Listrik dengan Kualitas Hidup Rumah Tangga Tidak Mampu: Studi Kasus pada Program Bantuan Pasang Baru Listrik
Analysis of the Relationship between Electricity Supply and the Quality of Life Low-Income Household: A Case Study of the Assistance for New Electricity Installation Program
Pengarang:
Andika Nugraha Putra - ; Muhammad Halley Yudhistira (Pembimbing/Promotor) - ; Widyono Soetjipto (Penguji) - ; Arip Muttaqien (Penguji) -
Deskripsi
Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat dan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan. Berdasarkan data Susenas 2023 terdapat 3,2 juta Rumah Tangga yang berlistrik tanpa menjadi pelanggan PLN dan data Kementerian ESDM Pada Triwulan I Tahun 2025, terdapat 1,3 Juta Rumah Tangga belum berlistrik sama sekali. Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM mulai tahun 2022 melaksanakan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yakni program yang memberikan bantuan pemasangan instalasi listrik, pemeriksaan instalasi listrik dan penyambungan sebagai pelanggan PLN kepada rumah tangga tidak mampu. Untuk mendorong pemanfaatan listrik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan penerima, mulai tahun 2023 daya listrik yang diterima oleh penerima BPBL naik dari 450 VA menjadi 900 VA. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap dampak kenaikan daya listrik tersebut dengan melihat dari indikator kepuasan hidup personal dan kepuasan hidup sosial. Kepuasan Hidup merupakan salah satu domain dari Indeks Kebahagiaan, yang merupakan indeks yang digunakan Badan Pusat Statistik dalam mengukkur kesejahteraan. Dengan menggunakan metode Propensity Score Matching (PSM) dan metode pencocokan radius caliper, kernel dan nearest neighbour terhadap sampel 615 rumah tangga penerima BPBL tahun 2022 dan 2023, didapat hasil kenaikan daya listrik dari Program BPBL mendorong peningkatan peningkatan kepuasan hidup sosial antara 8-17%, sedangkan untuk kepuasan hidup personal hanya metode pencocokan nearest neighbour yang mengindikasikan adanya perubahan kepuasan hidup personal sebesr 7%.