Tesis
Mutually Reinforcing Effect between Social Capital and Perceived Health Status on Smoking Prevention in Indonesia
Efek Saling Menguatkan antara Modal Sosial dan Persepsi Diri atas Status Kesehatan terhadap Pencegahan Merokok di Indonesia
Pengarang:
Muhammad Taufan Qohar - ; Makoto Kakinaka (Penguji) - ; Mitsuhiko Kataoka (Penguji) - ; Kyohei Yamada (Penguji) - ; Seunghoo Lim (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Tesis ini meneliti interaksi yang saling memperkuat antara modal sosial dan persepsi diri atas status kesehatan dalam mencegah perilaku merokok di Indonesia. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk mengendalikan konsumsi tembakau, Indonesia tetap mengalami peningkatan jumlah perokok yang konsisten, yang dipicu oleh normalisasi budaya dan kebijakan perpajakan yang kurang efektif. Penelitian-penelitian sebelumnya menyoroti potensi pemanfaatan modal sosial dalam strategi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas program berhenti merokok. Studi ini mengkaji interaksi antara persepsi kesehatan diri dan modal sosial dalam memengaruhi perilaku merokok. Dengan menggunakan data dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014, penelitian ini menerapkan model probit dan efek acak (random effects) untuk menelusuri dinamika tersebut baik pada level individu maupun komunitas..Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik modal sosial maupun persepsi kesehatan diri yang dirasakan secara independen berhubungan dengan berkurangnya kemungkinan merokok. Lebih jauh lagi, interaksi antara tingkat modal sosial yang lebih tinggi dan persepsi kesehatan diri yang lebih baik memberikan efek yang lebih kuat dalam mengurangi tingkat merokok. Temuan ini memberikan wawasan baru bagi intervensi kesehatan masyarakat yang lebih terfokus.