Infrastructure and Economic Inequality: Exploring Digital Financial Inclusion as a Mediating Factor in Indonesia
Infrastruktur dan Ketimpangan Ekonomi: Peran Inklusi Keuangan Digital sebagai Faktor Mediasi di Indonesia
Pengarang:
Tommy Indra Heriyanto - ; Muhammad Hanri (Penguji) - ; Tadashi Yokoyama (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Studi ini menelaah peran mediasi inklusi keuangan digital dalam hubungan antara infrastruktur digital dan ketimpangan ekonomi di Indonesia. Dengan menggunakan data tingkat kabupaten/kota untuk tahun 2014, 2019, dan 2024, penelitian ini menerapkan Structural Equation Modeling (SEM) dengan teknik bootstrapping untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari infrastruktur digital—yang diukur melalui kepadatan base transceiver station (BTS)—terhadap ketimpangan pendapatan, yang direpresentasikan oleh koefisien Gini. Inklusi keuangan digital didefinisikan berdasarkan tingkat penggunaan internet untuk aktivitas keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan infrastruktur digital secara signifikan mendorong inklusi keuangan digital di berbagai wilayah. Namun, pengaruh inklusi keuangan terhadap ketimpangan ekonomi sangat bervariasi tergantung pada konteksnya. Di wilayah perkotaan dan daerah yang lebih maju, peningkatan aktivitas keuangan digital justru berkorelasi dengan meningkatnya ketimpangan pendapatan, yang mengindikasikan bahwa manfaatnya lebih banyak dinikmati oleh kelompok yang lebih kaya atau berpendidikan tinggi. Sebaliknya, di wilayah lain, inklusi keuangan digital cenderung menurunkan ketimpangan, yang menunjukkan adanya peningkatan peluang ekonomi bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani. Temuan yang beragam ini menjelaskan mengapa hubungan nasional secara keseluruhan antara infrastruktur digital dan ketimpangan tampak lemah ketika dilihat secara agregat. Penelitian ini menegaskan bahwa perluasan infrastruktur digital saja tidak cukup untuk mengurangi ketimpangan. Hasil penelitian memiliki implikasi penting bagi pembuat kebijakan yang berupaya memanfaatkan transformasi digital untuk pertumbuhan yang inklusif, dengan menekankan pentingnya kebijakan yang lebih terarah dan mempertimbangkan perbedaan antarwilayah.