Hubungan Partisipasi Program Kartu Prakerja Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia
The Relationship between Participation in the Pre-Employment Card Program and the Open Unemployment Rate in Indonesia
Pengarang:
Dolly Saputra - ; Putu Geniki Lavinia Natih (Penguji) - ; Sartika Djamaluddin (Penguji) - ; Muhammad Hanri (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara partisipasi Program Kartu
Prakerja dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada level
kabupaten/kota selama periode 2020–2023. Dengan menggunakan data panel dari 514
kabupaten/kota serta pendekatan Fixed Effect Model (FEM), penelitian ini mengevaluasi
pengaruh proporsi peserta Program Kartu Prakerja terhadap TPT, dengan mengendalikan
variabel lain seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja (TPAK), urbanisasi, kewirausahaan (TEA dan EBO), tingkat pendidikan,
komposisi gender, dan jumlah penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi
dalam Program Kartu Prakerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap TPT,
yang berarti peningkatan partisipasi program justru berkorelasi dengan meningkatnya
tingkat pengangguran terbuka. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun program
bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas kesempatan kerja, efek
aktualnya terhadap pengurangan pengangguran masih terbatas. Hal ini menegaskan
perlunya peningkatan efektivitas program melalui penyelarasan pelatihan dengan
kebutuhan pasar tenaga kerja dan dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja nyata.
Prakerja dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada level
kabupaten/kota selama periode 2020–2023. Dengan menggunakan data panel dari 514
kabupaten/kota serta pendekatan Fixed Effect Model (FEM), penelitian ini mengevaluasi
pengaruh proporsi peserta Program Kartu Prakerja terhadap TPT, dengan mengendalikan
variabel lain seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja (TPAK), urbanisasi, kewirausahaan (TEA dan EBO), tingkat pendidikan,
komposisi gender, dan jumlah penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi
dalam Program Kartu Prakerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap TPT,
yang berarti peningkatan partisipasi program justru berkorelasi dengan meningkatnya
tingkat pengangguran terbuka. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun program
bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas kesempatan kerja, efek
aktualnya terhadap pengurangan pengangguran masih terbatas. Hal ini menegaskan
perlunya peningkatan efektivitas program melalui penyelarasan pelatihan dengan
kebutuhan pasar tenaga kerja dan dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja nyata.