Dampak Implementasi ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA) terhadap Perdagangan Sektor Kreatif Indonesia
The Impact of ASEAN-Korea FTA Implementation on the Trade of Indonesia's Creative Sector
Pengarang:
Dwi Duma Christina Rina - ; Widyono Soetjipto (Penguji) - ; Christina Ruth Elisabeth L. Tobing (Pembimbing/Promotor) - ; Mohamad Dian Revindo (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini bertujuan untuk menguji dampak yang terjadi akibat implementasi AKFTA, khususnya dampak penciptaan perdagangan (trade creation) dan pengalihan perdagangan (trade diversion) terhadap perdagangan sektor kreatif ASEAN-Korea dan sektor kreatif Indonesia dengan mitra dagang anggota dan non anggota AKFTA. Kami menggunakan data ekspor sektor kreatif dalam tingkat level HS 6 digit yang mencakup 777 produk. Data ekspor yang kami gunakan berasal dari 22 negara dengan periode penelitian dari tahun 2004 hingga 2023. Untuk metode estimasi, kami menggunakan metode PPML dengan country-pair fixed effect. Hasil empiris menunjukkan bahwa implementasi ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA) bersifat trade creating, baik dalam perdagangan intra-blok maupun ekstra-blok, tanpa menyebabkan trade diversion yang merugikan. Lebih spesifik, pada perdagangan kreatif meningkat 50,4% di ASEAN-Korea dan 47,4% di Indonesia, sementara impor dari negara non-anggota naik 106,3%. Analisis subsektor menunjukkan kriya, fesyen, kuliner, dan subsektor kreatif lainnya mengalami dampak positif signifikan, dengan subsektor kreatif lainnya menunjukkan pertumbuhan tertinggi. Faktor makroekonomi seperti GDP negara eksportir, remoteness, dan pendapatan per kapita juga berperan dalam menentukan dinamika perdagangan kreatif di bawah AKFTA, menunjukkan peluang penguatan daya saing industri kreatif nasional.