Dampak Awal Pembangunan IKN: Studi Berdasarkan Indikator Sarana Prasarana Ekonomi dan Industri Mikro Kecil Desa di Provinsi Kalimatan Timur
Initial Impact of IKN Development: A Study on Economic Infrastructures Facilities and Small-Micro Industries in East Kalimantan Villages
Pengarang:
Anjela Saswanda Putri - ; Yohanna M. L. Gultom (Pembimbing/Promotor) - ; Benedictus Raksaka Mahi (Penguji) - ; Paksi C.K. Walandouw (Penguji) -
Deskripsi
Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara, Kalimantan Timur merupakan keputusan yang telah direncanakan pemerintah sebagai upaya pemerataan pembangunan. IKN sebagai pusat pertumbuhan seharusnya memberikan efek limpahan pada wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak awal pembangunan IKN pada sarana dan prasarana ekonomi dan industri mikro kecil pada 1052 desa observasi (desa IKN, desa penyangga, desa lainnya) di Provinsi Kalimantan Timur. Menggunakan metode DiD model Fixed Effect dengan data panel dari PODES dan BPS pada tahun 2018, 2021 dan 2024, disimpulkan bahwa dampak awal pembangunan IKN masih terbatas. Jumlah sarana prasarana ekonomi pada desa IKN setelah dilakukan pembangunan tahap I, secara signifikan lebih tinggi 20,3% dibandingkan desa-desa lainnya di Provinsi Kalimantan Timur. Jika ruang lingkup diperluas dengan menambahkan desa penyangga dampaknya menjadi tidak signifikan. Demikian juga pembangunan IKN tidak memiliki dampak awal pada industri mikro dan kecil pada desa IKN maupun desa penyangga dibandingkan desa lainnya. Oleh karena itu untuk memberikan dampak yang lebih merata, pembangunan IKN perlu memperhatikan konektivitas antar wilayah desa dan peningkatan kapasitas ekonomi lokal melalui fasilitasi kepada akses pasar dan modal yang berkelanjutan.