Peluang Mengalami Tindak Kejahatan Pelaku Ulang Alik di Wilayah Jabodetabek: Analisis Perbandingan Data Survei Komuter 2019 dan 2023
Crime Victimization Risk Among Commuters in the Jabodetabek Metropolitan Area: A Comparative Analysis of the 2019 and 2023 Commuter Surveys
Pengarang:
Tri Wahyuli - ; Chotib (Pembimbing/Promotor) - ; Hera Susanti (Penguji) - ; Paksi Cattra Kamang Walandouw (Penguji) -
Deskripsi
Mobilitas ulang-alik (commuting) merupakan karakteristik utama wilayah metropolitan Jabodetabek yang melibatkan jutaan penduduk setiap hari. Tingginya intensitas perjalanan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi dan transportasi, tetapi juga menimbulkan risiko keamanan berupa peluang mengalami tindak kejahatan. Perubahan pola mobilitas akibat pandemi COVID-19 diduga turut membentuk ulang struktur risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang pelaku ulang-alik mengalami tindak kejahatan di wilayah Jabodetabek serta membandingkan perubahan polanya antara tahun 2019 dan 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data Survei Komuter Jabodetabek Badan Pusat Statistik tahun 2019 dan 2023, dianalisis melalui analisis deskriptif dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan pola risiko kejahatan yang terutama tercermin pada pergeseran moda transportasi dan pola origin–destination. Risiko kejahatan cenderung lebih terkonsentrasi pada perjalanan menuju dan di dalam wilayah DKI Jakarta, serta menunjukkan dinamika yang berbeda antar moda transportasi antara periode pra dan pascapandemi. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan mobilitas pascapandemi berimplikasi langsung terhadap struktur peluang kejahatan pelaku ulang-alik di wilayah metropolitan.