Digital Financial Services and Impact of M&A in the Banking Sector Performance, Case: Indonesian Fintech M&A on Banking Sectors
Layanan Keuangan Digital dan Dampak Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Sektor Perbankan, Studi Kasus: Merger dan Akuisisi Fintech Indonesia terhadap Sektor Perbankan
Pengarang:
Eka Putra Budi Nugroho - ; Telisa Aulia Falianty (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Halley Yudhistira (Penguji) - ; Willem A. Makaliwe (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis dampak akuisisi bank oleh perusahaan financial technology (fintech) terhadap kinerja perbankan konvensional di Indonesia pada periode 2017–2024. Dengan menggunakan pendekatan Staggered Difference-in-Differences (did2s), kajian ini mengevaluasi empat indikator utama: akses pasar (jumlah rekening nasabah), profitabilitas (Net Interest Margin/NIM dan Return on Assets/ROA), serta efisiensi operasional (rasio BOPO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuisisi oleh fintech secara signifikan meningkatkan jumlah rekening pada tahun kedua pasca akuisisi, mencerminkan keberhasilan ekspansi akses pasar. Namun, terdapat penurunan signifikan pada NIM pada tahun pertama setelah akuisisi, yang menunjukkan adanya tekanan terhadap margin bunga. ROA mengalami peningkatan signifikan pada tahun pertama, meskipun pengaruhnya mulai melemah di tahun berikutnya. Sementara itu, tidak ditemukan perubahan signifikan pada rasio efisiensi operasional (BOPO), mengindikasikan bahwa efisiensi belum mengalami perbaikan yang nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi digital melalui akuisisi fintech memiliki dampak awal yang kuat terhadap pertumbuhan basis nasabah, tetapi peningkatan kinerja keuangan memerlukan waktu lebih lama dan sangat dipengaruhi oleh tantangan integrasi, kondisi regulasi, dan intensitas persaingan. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori Structure-Conduct-Performance (SCP) dan Platform Economics dengan menyoroti dinamika serta kompleksitas konsolidasi digital di sektor keuangan Indonesia.