Evaluasi Penentuan Nilai Wajar Perusahaan Startup PT ABC
Evaluation of the Fair Value Determination of Startup Company
Pengarang:
Aljendro Jongkamto - ; Rachman Untung Budiman (Pembimbing/Promotor) - ; M. Malik (Penguji) - ; Helen Riyani Tanzil (Penguji) -
Deskripsi
Laporan magang ini membahas proses evaluasi penentuan nilai wajar PT ABC, sebuah startup edukasi berbasis hybrid, serta tahapan analitis yang digunakan untuk menyusun valuasi perusahaan. Proses penilaian nilai wajar dilakukan melalui lima langkah utama, yaitu analisis industri dan kondisi makroekonomi, analisis strategi dan kinerja keuangan perusahaan, penyusunan proyeksi keuangan, hingga penentuan nilai wajar menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF). Hasil analisis industri menunjukkan tingkat persaingan yang tinggi, namun pasar tetap mencatat pertumbuhan positif seiring meningkatnya kebutuhan pendidikan berkualitas dan adopsi teknologi pembelajaran. Di sisi lain, analisis perusahaan menegaskan posisi kompetitif PT ABC melalui diferensiasi produk serta strategi ekspansi yang agresif pada berbagai lini bisnis. Berdasarkan model DCF yang disusun menggunakan pendekatan Free Cash Flow to Firm (FCFF), nilai perusahaan diperkirakan mencapai USD 116 juta dengan nilai ekuitas sebesar USD 112 juta. Secara umum, pendekatan valuasi telah mengikuti teori yang berlaku, namun terdapat beberapa penyimpangan teknis dalam proses perhitungan, yakni: (1) penggunaan levered beta dalam CAPM padahal struktur modal PT ABC tidak mengandung utang sehingga lebih tepat menggunakan unlevered beta; (2) penggunaan risk-free rate berbasis obligasi pemerintah Indonesia meskipun proyeksi model menggunakan denominasi dolar Amerika Serikat; serta (3) penentuan equity value yang mengurangkan total liabilitas alihalih hanya interest-bearing debt dan belum mempertimbangkan perubahan utang pada periode terminal. Temuan ini memberikan ruang perbaikan bagi proses valuasi di masa mendatang serta memperkuat pemahaman penulis mengenai praktik pemodelan keuangan dalam konteks investasi modal ventura. Selain aspek teknis, laporan ini juga memuat refleksi penulis mengenai proses pembelajaran selama magang, termasuk lingkungan kerja yang suportif dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan analitis serta problem-solving yang menjadi kekuatan penulis. Penulis juga mengidentifikasi area pengembangan diri, khususnya dalam menghadapi tugas yang bersifat monoton dan meningkatkan kemampuan beradaptasi pada kondisi kerja yang kurang ideal. Refleksi ini memperkuat pemahaman penulis mengenai tuntutan profesional di industri modal ventura serta kompetensi yang perlu terus ditingkatkan ke depannya.