The Consumer Value of Gen Z and How it Drives Demand For Healthcare Wearable Devices and Mobile Fitness Applications
Nilai Konsumen Generasi Z dan Bagaimana Hal Itu Mendorong Permintaan Perangkat Wearable untuk Perawatan Kesehatan dan Aplikasi Kebugaran Seluler
Deskripsi
Studi ini mengulas peningkatan permintaan pascapandemi untuk perangkat wearable kesehatan dan aplikasi kebugaran di kalangan Generasi Z (lahir 1997–2012). Tumbuh di era digital, anak-anak Gen Z ini menjadi generasi dengan tingkat adopsi teknologi tertinggi, dan punya pengaruh besar di pasar kesehatan dan kebugaran.
Untuk mengetahui apa yang mendorong mereka, penelitian ini menggunakan data pasar (sekunder) dan wawancara langsung dengan pengguna Gen Z (primer). Data sekunder membuktikan bahwa tren penjualan wearable global dan pendapatan aplikasi kebugaran terus naik signifikan dari tahun 2019 hingga 2022, terutama karena kesadaran sehat yang dipicu pandemi. Sementara itu, data primer mengungkap pengguna mulai memakai alat-alat ini saat pandemi untuk memantau kesehatan pribadi, dan mereka banyak dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti saran dari teman, dan fitur-fitur yang ditawarkan teknologi tersebut.
Analisis berdasarkan teori nilai konsumen (Exchange-of-Value, Symbolic Value, dan Value-in-Use) menyimpulkan bahwa keputusan Gen Z membeli produk sangat didorong oleh kepraktisan dan kemudahan integrasinya dalam rutinitas harian. Selain itu, produk harus selaras dengan citra diri mereka sebagai individu yang sadar kesehatan dan melek teknologi, serta memberikan manfaat yang sebanding dengan harga yang dibayar.
Studi ini memberikan rekomendasi strategis agar brand fokus pada harga terjangkau (misalnya, diskon pelajar), memanfaatkan media sosial dan influencer untuk kesan autentik, serta menunjukkan tanggung jawab etis dan sosial. Mengingat tingkat keterlibatan Gen Z yang tinggi, prospek pasar teknologi kesehatan ini dipastikan akan sangat positif ke depannya.
Untuk mengetahui apa yang mendorong mereka, penelitian ini menggunakan data pasar (sekunder) dan wawancara langsung dengan pengguna Gen Z (primer). Data sekunder membuktikan bahwa tren penjualan wearable global dan pendapatan aplikasi kebugaran terus naik signifikan dari tahun 2019 hingga 2022, terutama karena kesadaran sehat yang dipicu pandemi. Sementara itu, data primer mengungkap pengguna mulai memakai alat-alat ini saat pandemi untuk memantau kesehatan pribadi, dan mereka banyak dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti saran dari teman, dan fitur-fitur yang ditawarkan teknologi tersebut.
Analisis berdasarkan teori nilai konsumen (Exchange-of-Value, Symbolic Value, dan Value-in-Use) menyimpulkan bahwa keputusan Gen Z membeli produk sangat didorong oleh kepraktisan dan kemudahan integrasinya dalam rutinitas harian. Selain itu, produk harus selaras dengan citra diri mereka sebagai individu yang sadar kesehatan dan melek teknologi, serta memberikan manfaat yang sebanding dengan harga yang dibayar.
Studi ini memberikan rekomendasi strategis agar brand fokus pada harga terjangkau (misalnya, diskon pelajar), memanfaatkan media sosial dan influencer untuk kesan autentik, serta menunjukkan tanggung jawab etis dan sosial. Mengingat tingkat keterlibatan Gen Z yang tinggi, prospek pasar teknologi kesehatan ini dipastikan akan sangat positif ke depannya.