Dua Efek Sinyal Strategis ESG dan Tata Kelola Syariah Dalam Membentuk Biaya Pendanaan Bank Syariah: Perspektif Teori Sinyal
The Dual Signaling Effects of ESG Performance and Sharia Governance on Funding Cost of Sharia Banks: A Signaling Perspective
Pengarang:
Dhafin Kumarajati Susetio - ; Risna Triandhari (Pembimbing/Promotor) - ; Tika Arundina Aswin (Penguji) - ; Putu Angga Widyastaman (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social and Governance (ESG) terhadap funding cost bank syariah serta peran Sharia Governance dalam memoderasi hubungan tersebut, dengan menggunakan kerangka signaling theory, game-flow theory dan agency theory. Penelitian ini menggunakan unbalanced data panel pada 13 bank syariah di kawasan Asia (Indonesia, Malaysia, dan Turki) serta negara-ngeara Gulf Cooperation Council (GCC) selama periode 2018 – 2024. Metode estimasi yang digunakan adalah Random Effects Generalized Least Squares (RE-GLS) dengan clustered standard errors pada tingkat bank untuk mengakomodasi heterogenitas tidak teramati dan korelasi intra-bank. Hasil estimasi model utama menunjukkan bahwa kinerja ESG berpengaruh signifikan terhadap funding cost bank syariah, dengan arah pengaruh yang positif. Hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan skor ESG direspons oleh pasar melalui kenaikan funding cost, yang mencerminkan bahwa implementasi ESG masih dipersepsikan sebagai sumber biaya tambahan, seperti biaya kepatuhan, pelaporan, dan penyesuaian operasional, alih-alih sebagai indikator penurunan risiko. Variabel Sharia Governance tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap funding cost, yang menunjukkan bahwa tata kelola syariah diperlakukan pasar sebagai persyaratan minimum yang relative homogen antarbank syariah. Namun koefisien interaksi antara ESG dan Sharia Governance yang signifikan dan positif menunjukkan penguatan tata kelola syariah memodifikasi hubungan ESG – funding cost, sehingga peningkatan ESG pada tingkat tata kelola yang lebih kuat justru diikuti oleh peningkatan funding cost yang lebih besar.