Pengaruh Knowledge-Oriented Leadership terhadap Task Performance, Job Satisfaction, dan Innovative Work Behavior Melalui Knowledge Sharing di Industri Kreatif (Studi Empiris pada Karyawan Generasi Z)
The Influence of Knowledge-Oriented Leadership on Task Performance, Job Satisfaction, and Innovative Work Behavior through Knowledge Sharing in the Creative Industry (An Empirical Study of Generation Z Employees)
Pengarang:
Muhammad Qaishar fathin - ; Fanny Martdianty (Pembimbing/Promotor) - ; Putri Mega Desiana (Penguji) - ; Niken Ardiyanti (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh knowledge-oriented leadership terhadap task performance, Job Satisfaction, dan innovative work behaviour dengan knowledge sharing sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian konklusif. Teknik purposive sampling digunakan untuk memperoleh 264 responden karyawan Generasi Z yang bekerja pada beragam subsektor industri kreatif di Indonesia, yang dipilih karena karakteristiknya yang adaptif terhadap perubahan, kolaboratif, dan sangat terpapar dinamika kerja berbasis pengetahuan. Pengolahan data dilakukan melalui SPSS 25 untuk analisis deskriptif serta LISREL 8.80 untuk analisis Structural Equation Modeling (SEM) dalam menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa knowledge-oriented leadership berpengaruh signifikan dalam meningkatkan task performance, Job Satisfaction, dan innovative work behaviour. Selain itu, knowledge sharing terbukti sebagai mediator parsial yang memperkuat hubungan kepemimpinan berbasis pengetahuan terhadap ketiga outcome tersebut. Proses mediasi ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja yang mendorong keterbukaan, dukungan atasan, dan kolaborasi pengetahuan mampu meningkatkan kapasitas karyawan dalam menyelesaikan tugas, mencapai kinerja yang lebih tinggi, serta menghasilkan perilaku inovatif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi yang beroperasi dalam industri kreatif dengan dominasi tenaga kerja muda, bahwa pengembangan gaya kepemimpinan yang menekankan pembelajaran, toleransi terhadap kesalahan, dan dukungan terhadap pemecahan masalah dapat meningkatkan daya saing dan kapabilitas karyawan. Selain itu, penelitian ini memperkuat literatur mengenai kepemimpinan berbasis pengetahuan pada konteks generasi digital yang bekerja dalam lingkungan yang menuntut kreativitas tinggi dan kecepatan adaptasi.