Pengaruh Tobin Q dan Pemanfaatan Aset terhadap Keputusan Investasi Perusahaan: Studi pada Perusahaan Non-Keuangan dan Non-Utilitas yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2024
The Impact of Tobin's Q and Asset Utilization on Corporate Investment: Evidence from Non-Financial and Non-Utility Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (2015-2024)
Pengarang:
Syifa Zarathustra - ; Lisa Fitriyanti Akbar (Pembimbing/Promotor) - ; Viverita (Penguji) - ; Dwi Sulistyorini Amidjono (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas Teori Q dan Hipotesis Kapasitas Berlebih (Excess Capacity) dalam menjelaskan keputusan investasi pada perusahaan non-keuangan dan non-utilitas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015–2024. Mengingat adanya fenomena anomali investasi di mana sinyal pasar yang positif sering kali tidak diikuti dengan peningkatan belanja modal, penelitian ini memasukkan variabel pemanfaatan aset (asset utilization) sebagai proksi dari efisiensi operasional internal untuk melengkapi sinyal eksternal dari Tobin’s Q. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling, menghasilkan 377 perusahaan dengan total 3.206 observasi data unbalanced data panel. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan metode Fixed Effect Model dan estimasi Robust Standard Errors (White Cross-section) untuk mengatasi masalah heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tobin’s Q berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, yang mengonfirmasi bahwa manajer di Indonesia merespons sinyal pasar secara rasional. Selain itu, pemanfaatan aset juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan, mendukung hipotesis bahwa keputusan investasi dibatasi oleh realitas kapasitas fisik perusahaan. Variabel kontrol arus kas dan ukuran perusahaan ditemukan berpengaruh positif signifikan, mengindikasikan adanya peran kendala keuangan dan masalah keagenan, sedangkan leverage tidak berpengaruh signifikan. Secara keseluruhan, model yang menggabungkan Tobin’s Q dan pemanfaatan aset terbukti memiliki daya jelas yang lebih baik dibandingkan model tradisional, memberikan implikasi bahwa keputusan investasi yang optimal memerlukan pertimbangan simultan antara peluang pasar dan efisiensi internal.