Tesis
Kepemilikan Rumah: Sebuah Jalan Menuju Ketahanan Finansial Rumah Tangga Indonesia?
Homeownership: A Pathway to Household Financial Resilience in Indonesia?
Pengarang:
Tiara Anggita - ; Khoirunurrofik (Pembimbing/Promotor) - ; Benedictus Raksaka Mahi (Penguji) - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemilikan rumah terhadap ketahanan finansial rumah tangga di Indonesia menggunakan data cross-section dan pendekatan pooled OLS dengan tujuh spesifikasi model. Model dikembangkan secara bertahap dengan memasukkan variabel kontrol sosial-demografis, ekonomi, serta fixed effects geografis pada berbagai tingkat untuk meningkatkan robustness dan meminimalkan bias akibat heterogenitas wilayah. Model dengan fixed effects kabupaten/kota memberikan kinerja terbaik dan menjadi basis utama interpretasi.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa kepemilikan rumah tidak secara universal meningkatkan ketahanan finansial rumah tangga. Model interaksi mengindikasikan bahwa beberapa kelompok pemilik rumah mengalami penurunan ketahanan finansial yang relatif lebih kecil pada tahun 2022 dibandingkan non-owner. Namun, regresi terpisah tahun 2019 dan 2022 menegaskan bahwa secara absolut, kepemilikan rumah, baik kepemilikan satu rumah maupun multi-properti, tidak selalu berasosiasi positif dengan ketahanan finansial setelah karakteristik rumah tangga dan wilayah dikendalikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemilikan rumah lebih berfungsi sebagai penahan guncangan (shock absorber) daripada sebagai sumber ketahanan finansial struktural.
Analisis heterogenitas berdasarkan desil pengeluaran mengungkap bahwa manfaat kepemilikan rumah bersifat selektif. Multi-property owner dan owner–non-occupier memperoleh perlindungan relatif terutama pada kelompok ekonomi atas, sementara single property owner kelas menengah menunjukkan kerentanan relatif selama periode tekanan ekonomi. Temuan juga menunjukkan bahwa non-owner bukan kelompok yang paling rentan secara absolut. Sebaliknya, ketahanan finansial lebih kuat ditentukan oleh akses terhadap layanan keuangan, kepesertaan jaminan sosial dan kesehatan, serta kepemilikan aset produktif.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemilikan rumah merupakan buffer finansial yang bersifat bersyarat. Hasil ini menekankan pentingnya kebijakan perumahan yang terintegrasi dengan penguatan likuiditas, inklusi keuangan, dan perlindungan sosial untuk meningkatkan ketahanan finansial rumah tangga secara berkelanjutan.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa kepemilikan rumah tidak secara universal meningkatkan ketahanan finansial rumah tangga. Model interaksi mengindikasikan bahwa beberapa kelompok pemilik rumah mengalami penurunan ketahanan finansial yang relatif lebih kecil pada tahun 2022 dibandingkan non-owner. Namun, regresi terpisah tahun 2019 dan 2022 menegaskan bahwa secara absolut, kepemilikan rumah, baik kepemilikan satu rumah maupun multi-properti, tidak selalu berasosiasi positif dengan ketahanan finansial setelah karakteristik rumah tangga dan wilayah dikendalikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemilikan rumah lebih berfungsi sebagai penahan guncangan (shock absorber) daripada sebagai sumber ketahanan finansial struktural.
Analisis heterogenitas berdasarkan desil pengeluaran mengungkap bahwa manfaat kepemilikan rumah bersifat selektif. Multi-property owner dan owner–non-occupier memperoleh perlindungan relatif terutama pada kelompok ekonomi atas, sementara single property owner kelas menengah menunjukkan kerentanan relatif selama periode tekanan ekonomi. Temuan juga menunjukkan bahwa non-owner bukan kelompok yang paling rentan secara absolut. Sebaliknya, ketahanan finansial lebih kuat ditentukan oleh akses terhadap layanan keuangan, kepesertaan jaminan sosial dan kesehatan, serta kepemilikan aset produktif.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemilikan rumah merupakan buffer finansial yang bersifat bersyarat. Hasil ini menekankan pentingnya kebijakan perumahan yang terintegrasi dengan penguatan likuiditas, inklusi keuangan, dan perlindungan sosial untuk meningkatkan ketahanan finansial rumah tangga secara berkelanjutan.