Tesis
Nexus Kemiskinan Energi terhadap Ketimpangan Pendidikan di Indonesia: Analisis Antarwilayah dengan Perspektif Gender
Nexus between Energy Poverty and Educational Inequality in Indonesia: An Interregional Analysis with a Gender Perspective
Pengarang:
Amalia Zahrah Nawie - ; Djoni Hartono (Pembimbing/Promotor) - ; Putu Geniki Lavinia Natih (Penguji) - ; Muhammad Hanri (Penguji) -
Deskripsi
Kemiskinan energi dan ketimpangan pendidikan merupakan dua tantangan multidimensi yang saling memperkuat dan menghambat pembangunan manusia di negara berkembang. Penelitian ini menganalisis dampak kausal kemiskinan energi terhadap ketimpangan pendidikan di Indonesia, serta heterogenitas dampaknya menurut wilayah dan gender. Menggunakan data SUSENAS periode 2017-2023 pada 514 Kabupaten/Kota, kemiskinan energi diukur melalui indeks komposit multidimensi berbobot entropi, sementara ketimpangan pendidikan diukur dengan gini pendidikan. Analisis dilakukan dengan metode Instrumental Variable – Generalized Method of Moments (IV-GMM) untuk mengatasi bias endogenitas dan kesalahan pengukuran. Hasil estimasi menunjukkan bahwa kemiskinan energi sebesar 1% meningkatkan ketimpangan pendidikan sebesar 0,065%. Analisis mediasi mengungkapkan bahwa pengaruh tersebut ditransmisikan melalui penurunan rata-rata lama sekolah, yang mengindikasikan terhambatnya akumulasi modal manusia. Secara spesifik, analisis heterogenitas menunjukkan bahwa dampak kemiskinan energi terhadap ketimpangan pendidikan lebih kuat di wilayah Jawa, seiring tingginya ketergantungan sistem pendidikan terhadap energi modern dan teknologi digital. Namun demikian, di wilayah Luar Jawa, kemiskinan energi berdampak secara tidak proporsional terhadap perempuan akibat keterbatasan infrastruktur dasar serta beban peran domestik dan kerentanan struktural berbasis gender. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi kebijakan lintas sektor yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur energi bersih dengan intervensi pendidikan yang afirmatif dan berperspektif gender untuk memutus siklus kemiskinan dan ketimpangan secara berkelanjutan.