Tesis
Dampak Regulator Distance Non-Tariff Measures Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan Technical Barriers to Trade (TBT) terhadap Ekspor Kopi Indonesia
The Impact of Regulatory Distance of Non-Tariff Measures Sanitary ad Phytosanitary (SPS) and Technical Barriers to Tarde (TBT) on Indonesian Coffee Exports
Pengarang:
Bagus Dwi Putra Panjaitan - ; Christina Ruth Elisabeth L. Tobing (Penguji) - ; Muhammad Hanri (Penguji) - ; I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis dampak regulatory distance Non-Tariff Measures (NTMs) jenis Sanitary and Phytosanitary (SPS) dan Technical Barriers to Trade (TBT) terhadap ekspor kopi Indonesia pada periode 2010–2023 dengan menggunakan model gravitasi dan estimasi Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan regulasi SPS secara signiffikan menurunkan ekspor kopi Indonesia, dengan elastisitas sekitar 1,35 hingga 1,79 persen untuk setiap kenaikan 0,01 poin regulatory distance SPS. Dampaknya juga terbukti heterogen, dimana SPS signifikan menekan ekspor ke negara non-maju, namun tidak berpengaruh signifikan pada negara maju. Sebaliknya, regulatory distance TBT tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ekspor kopi Indonesia, yang mencerminkan kemampuan eksportir Indonesia menyesuaikan diri terhadap standar teknis yang berlaku. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar perbedaan standar keamanan pangan SPS, semakin tinggi biaya kepatuhan yang harus ditanggung eksportir sehingga melemahkan daya saing kopi Indonesia. Studi ini merekomendasikan prioritas harmonisasi standar SPS dengan negara-negara berkembang serta penguatan infrastruktur mutu domestik untuk menurunkan sourcing cost dan enforcement cost yang ditimbulkan oleh regulasi SPS.