Tesis
Penanaman Modal Asing (PMA) dan Tingkat Kemiskinan di Indonesia: Pendekatan Spatial Durbin Model (SDM)
Foreign Direct Investment (FDI) and Poverty Levels in Indonesia: A Spatial Durbin Model (SDM) Approach
Pengarang:
Jufendy Fradenly Tumimomor - ; Jossy Prananta Moeis (Pembimbing/Promotor) - ; Widyono Soetjipto (Penguji) - ; Paksi Cattra Kamang Walandouw (Penguji) -
Deskripsi
Kemiskinan masih menjadi tantangan utama pembangunan di Indonesia, terutama karena tingginya ketimpangan spasial antarwilayah. Di sisi lain, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, namun distribusinya cenderung cenderung pada wilayah dan sektor tertentu. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana PMA berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan, baik secara langsung di wilayah penerima investasi maupun melalui efek limpahan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PMA terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia dengan mempertimbangkan keterkaitan spasial antar kabupaten/kota. Penelitian menggunakan panel data spasial kabupaten/kota periode 2020–2024 dengan pendekatan Spatial Durbin Model (SDM) dan matriks pembobot spasial berbasis inverse distance . Tingkat kemiskinan diukur menggunakan tiga indikator, yaitu persentase penduduk miskin (P0), indeks kedalaman kemiskinan (P1), dan indeks keparahan kemiskinan (P2). Hasil estimasi menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang signifikan pada seluruh indikator kemiskinan. PMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap P0 melalui efek langsung maupun tidak langsung, yang menunjukkan bahwa peningkatan investasi asing menumpuk dengan menurunnya persentase penduduk miskin di wilayah penerima dan wilayah sekitarnya. Namun pengaruh PMA terhadap P1 dan P2 tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa PMA lebih efektif dalam menurunkan jumlah penduduk miskin dibandingkan meningkatkan kesejahteraan kelompok termiskin.