Tesis
Apakah Bantuan Sosial Berdampak Kepada Keputusan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini?
Does Social Assistance Affect Parent's Decisions on Early Childhood Education?
Pengarang:
Dwi Puspitasari - ; Dwini Handayani (Penguji) - ; Muhammad Hanri (Penguji) - ; Putu Geniki Lavinia Natih (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisi dampak dari Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap partisipasi anak usia 3-6 tahun dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Meskipun PKH tidak menjadikan partisipasi PAUD sebagai persyaratan kepesertaan, dukungan finansial dan peningkatan kapasitas pengasuhan melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) berpotensi memengaruhi keputusan orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Analisis dilakukan menggunakan data Susenas 2023 dan metode Propensity Score Matching (PSM) untuk memperoleh kelompok pembanding yang setara berdasarkan karakteristik rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari rumah tangga penerima PKH secara signifikan memiliki probabilitas lebih tinggi sebesar 2,35 poin persentase untuk berpartisipasi dalam PAUD dibandingkan dengan anak dari rumah tangga non penerima PKH. Namun, analisis heterogenitas menunjukkan bahwa dampak tersebut tidak bersifat homogen. Dampak PKH terhadap partisipasi PAUD lebih kuat dan signifikan pada wilayah dengan tingkat aksesibilitas layanan PAUD yang relatif rendah, termasuk wilayah luar Jawa, sementara tidak signifikan pada wilayah dengan akses layanan yang lebih tinggi seperti Jawa. Selain itu, subsampling berdasarkan jenis kelamin kepala rumah tangga menunjukkan bahwa dampak PKH lebih besar pada rumah tangga dengan kepala laki-laki dibandingkan rumah tangga dengan kepala perempuan, yang mengindikasikan adanya keterbatasan konversi bantuan tunai menjadi keputusan pendidikan pada rumah tangga dengan beban sumber daya yang lebih kompleks. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi spillover PKH terhadap keputusan pendidikan anak usia dini yang dipengaruhi oleh variasi konteks penyediaan layanan dan karakteristik rumah tangga. Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung penguatan kebijakan perlindungan sosial dan layanan PAUD di Indonesia.