Tesis
Pengaruh Akses Pelabuhan Terhadap Kinerja Ekspor Kabupaten/Kota di Indonesia
The Impact of Port Access on Export Performance of Indonesian Districts
Pengarang:
Danang Praba Madana - ; Muhammad Halley Yudhistira (Pembimbing/Promotor) - ; Khoirunurrofik (Penguji) - ; Paksi C.K. Walandouw (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dampak jarak geografis menuju pelabuhan muat terhadap kinerja ekspor pada kabupaten/kota di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Pooled Ordinary Least Square (Pooled OLS), High Dimensional Fixed Effect (HDFE) dan Instrument Variable (IV) Two-Stage Least Square (2SLS) berdasarkan data panel periode 2019-2023 pada 514 (lima ratus empat belas) kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang aktif melakukan ekspor selama periode penelitian melalui 142 (seratus empat puluh dua) pelabuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan jarak geografis secara signifikan menurunkan kinerja ekspor daerah, terutama di wilayah Jawa dan/atau daerah yang mempunyai industri manufaktur menghasilkan komoditas ekspor dengan nilai tambah yang tinggi. Sementara daerah di luar Jawa dan/atau daerah yang merupakan penghasil komoditas primer menunjukkan penurunan ekspor lebih kecil dengan tingkat signifikansi lebih rendah, hal kemungkinan disebabkan karena pengoperasian pelabuhan khusus untuk melakukan pemuatan ekspor komoditas berupa produk mineral tambang.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa jarak geografis pelabuhan masih merupakan faktor yang mempengaruhi arus logistik perdagangan terutama ekspor daerah, sehingga Pemerintah perlu untuk melakukan penyesuaian dan atau penyempurnaan kebijakan transportasi nasional terkait pengembangan infrastruktur penunjang logistik di kawasan pelabuhan muat ekspor untuk dapat mendukung peningkatan perdagangan dan ekspor serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan jarak geografis secara signifikan menurunkan kinerja ekspor daerah, terutama di wilayah Jawa dan/atau daerah yang mempunyai industri manufaktur menghasilkan komoditas ekspor dengan nilai tambah yang tinggi. Sementara daerah di luar Jawa dan/atau daerah yang merupakan penghasil komoditas primer menunjukkan penurunan ekspor lebih kecil dengan tingkat signifikansi lebih rendah, hal kemungkinan disebabkan karena pengoperasian pelabuhan khusus untuk melakukan pemuatan ekspor komoditas berupa produk mineral tambang.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa jarak geografis pelabuhan masih merupakan faktor yang mempengaruhi arus logistik perdagangan terutama ekspor daerah, sehingga Pemerintah perlu untuk melakukan penyesuaian dan atau penyempurnaan kebijakan transportasi nasional terkait pengembangan infrastruktur penunjang logistik di kawasan pelabuhan muat ekspor untuk dapat mendukung peningkatan perdagangan dan ekspor serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.