Analisis Pengaruh AS Resident Securities Holding Terhadap Reaksi Indeks Saham Global pada Periode Perang Dagang 2025
The Impact of US Resident Securities Holdings on Global Stock Market Reactions in the 2025 Trade War
Pengarang:
Robinson - ; Buddi Wibowo (Pembimbing/Promotor) - ; Viverita (Penguji) - ; Zaafri Ananto Husodo (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar saham internasional terhadap pengumuman kebijakan Reciprocal Tariffs oleh Pemerintah Amerika Serikat pada 2 April 2025 yang dikenal sebagai Liberation Day. Dengan menggunakan pendekatan event study, penelitian ini mengukur abnormal return (AR), average abnormal return (AAR), dan cumulative average abnormal return (CAAR) untuk mengidentifikasi dampak kebijakan tersebut terhadap 37 negara mitra dagang AS, yang diklasifikasikan berdasarkan kondisi neraca perdagangan (defisit atau surplus) dan tingkat kepemilikan sekuritas oleh penduduk AS (high holding dan low holding).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS secara statistik memicu abnormal return negatif di banyak negara, baik dalam kelompok trade deficit maupun trade surplus. Negara dengan tingkat AS resident securities holding yang tinggi menunjukkan reaksi pasar yang lebih cepat, terkoordinasi, dan sistematis dibandingkan negara dengan tingkat kepemilikan rendah yang menunjukkan reaksi lebih lambat dan volatil. Walaupun demikian, perbedaan kumulatif dampak antara kelompok high holding dan low holding hanya signifikan pada kelompok negara defisit, menunjukkan bahwa pada negara surplus faktor integrasi keuangan memengaruhi kecepatan transmisi informasi, bukan besaran total dampaknya.
Penelitian ini memperluas literatur tentang keterkaitan antara kebijakan perdagangan dan pasar keuangan global dengan menekankan pentingnya jalur finansial melalui kepemilikan sekuritas lintas negara sebagai saluran transmisi kebijakan ekonomi internasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS secara statistik memicu abnormal return negatif di banyak negara, baik dalam kelompok trade deficit maupun trade surplus. Negara dengan tingkat AS resident securities holding yang tinggi menunjukkan reaksi pasar yang lebih cepat, terkoordinasi, dan sistematis dibandingkan negara dengan tingkat kepemilikan rendah yang menunjukkan reaksi lebih lambat dan volatil. Walaupun demikian, perbedaan kumulatif dampak antara kelompok high holding dan low holding hanya signifikan pada kelompok negara defisit, menunjukkan bahwa pada negara surplus faktor integrasi keuangan memengaruhi kecepatan transmisi informasi, bukan besaran total dampaknya.
Penelitian ini memperluas literatur tentang keterkaitan antara kebijakan perdagangan dan pasar keuangan global dengan menekankan pentingnya jalur finansial melalui kepemilikan sekuritas lintas negara sebagai saluran transmisi kebijakan ekonomi internasional.