Asosiasi Karakteristik Komite Audit dan Sustainability Assurance Quality: Bukti Empiris dari Perusahaan Terindeks SRI KEHATI (2018-2024)
The Association between Audit Committee Characteristics and Sustainability Assurance Quality: Empirical Evidence from SRI KEHATI Indexed Firms (2018-2024)
Pengarang:
Adzalia Fitri Annisa - ; Luluk Widyawati (Pembimbing/Promotor) - ; Desi Adhariani (Penguji) - ; Panggah Tri Wicaksono (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asosiasi antara karakteristik komite audit dan kualitas sustainability assurance pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks SRI-KEHATI di Indonesia selama periode 2018-2024. Sustainability assurance merupakan mekanisme verifikasi independen atas laporan keberlanjutan yang berperan dalam meningkatkan kredibilitas informasi Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemangku kepentingan. Meskipun praktik assurance semakin berkembang, kualitas assurance masih bervariasi antarperusahaan, sehingga diperlukan kajian mengenai peran tata kelola internal. Berlandaskan agency theory, penelitian ini memposisikan komite audit sebagai mekanisme pengawasan strategis yang berpotensi memengaruhi kualitas sustainability assurance. Empat karakteristik komite audit diuji, yaitu sustainability expertise, gender diversity, independensi, dan frekuensi rapat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan analisis regresi data panel berbasis fixed effects model. Sampel penelitian mencakup 103 observasi firm-year dari 25 perusahaan anggota Indeks SRI-KEHATI yang menerbitkan laporan keberlanjutan dengan pernyataan assurance. kualitas sustainability assurance diukur menggunakan indeks berbasis 12 kriteria yang diadaptasi dari Zaman et al. (2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik komite audit berasosiasi signifikan dengan kualitas sustainability assurance. Secara parsial, sustainability expertise, independensi, dan frekuensi rapat berasosiasi positif dan signifikan dengan kualitas sustainability assurance, sementara gender diversity menunjukkan asosiasi positif yang lebih moderat. Temuan ini menegaskan pentingnya peran komite audit dalam meningkatkan kredibilitas assurance keberlanjutan.