Skripsi
Descriptive Analysis of Female Labor Force Participation Pattern in Indonesia
Analisis Deskriptif Pola Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Indonesia
Pengarang:
Ayeisha Rumijati Sakha - ; Widyanti Soetjipto (Penguji) - ; Dwini Handayani (Pembimbing./Promotor) - ; Farma Mangunsong (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia dengan
menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2010 dan 2023
melalui pendekatan statistik deskriptif. Analisis ini menelaah keterkaitan antara status
pekerjaan, wilayah, dan latar belakang individu dengan keputusan partisipasi angkatan
kerja perempuan melalui perbandingan partisipasi berdasarkan gender. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa meskipun partisipasi perempuan meningkat, kesenjangan gender
tetap bertahan dan perempuan masih terkonsentrasi pada pekerjaan informal, terutama
setelah menikah dan memiliki anak. Keberadaan anak serta keterbatasan ketersediaan
pengasuhan anak berkorelasi dengan tingkat partisipasi yang lebih rendah, yang
mengindikasikan bahwa hambatan utama terjadi pada tahap awal masuk ke pasar kerja.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi belum diikuti oleh penguatan
keterikatan kerja perempuan, sehingga menegaskan pentingnya dukungan pengasuhan
anak dan pengaturan kerja yang lebih fleksibel untuk mendorong partisipasi angkatan
kerja perempuan yang berkelanjutan.
menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2010 dan 2023
melalui pendekatan statistik deskriptif. Analisis ini menelaah keterkaitan antara status
pekerjaan, wilayah, dan latar belakang individu dengan keputusan partisipasi angkatan
kerja perempuan melalui perbandingan partisipasi berdasarkan gender. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa meskipun partisipasi perempuan meningkat, kesenjangan gender
tetap bertahan dan perempuan masih terkonsentrasi pada pekerjaan informal, terutama
setelah menikah dan memiliki anak. Keberadaan anak serta keterbatasan ketersediaan
pengasuhan anak berkorelasi dengan tingkat partisipasi yang lebih rendah, yang
mengindikasikan bahwa hambatan utama terjadi pada tahap awal masuk ke pasar kerja.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi belum diikuti oleh penguatan
keterikatan kerja perempuan, sehingga menegaskan pentingnya dukungan pengasuhan
anak dan pengaturan kerja yang lebih fleksibel untuk mendorong partisipasi angkatan
kerja perempuan yang berkelanjutan.