Dinamika Volatilitas dan Korelasi Waktu-ke-Waktu Antara Bitcoin, Emas, dan USD Dengan Ketidakpastian Global: Pendekatan Garch-X dan DCC Garch, 2018-2025
Volatility Dynamics and Time-to-Time Correlation between Bitcoin, Gold, and USD With Global Uncertainty Indicators: Asymmetric Garch-X and DCC Garch Approaches, 2018-2025
Pengarang:
Pradipo Haryo Rasendriyo - ; Telisa Aulia Falianty (Pembimbing/Promotor) - ; Beta Yulianita G. Laksono (Penguji) - ; Desita Prabawati Ratna (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji bagaimana guncangan ketidakpastian global diwakili oleh CBOE Volatility Index (VIX), Geopolitical Risk Index (GPR), dan Office of Financial Research Financial Stress Index (OFR-FSI) mempengaruhi volatilitas dan keterkaitan lintas-aset antara Bitcoin (BTC), emas (XAU), dan Dolar AS (DXY) pada frekuensi harian periode 2018-2025. Tujuan utamanya adalah (i) mengukur sensitivitas volatilitas masing-masing aset terhadap perubahan ketiga indeks ketidakpastian, (ii) memetakan korelasi kondisional yang dinamis antarpasangan aset untuk menangkap transmisi risiko antar-kelas aset, serta (iii) mengklasifikasikan peran aset sebagai diversifier, hedge, atau safe haven (lemah/kuat) dengan aturan berbasis tanda dan signifikansi korelasi, khususnya pada fase gejolak global. Secara metodologis, studi ini menerapkan GARCH-X univariat guna memodelkan volatilitas bersyarat dengan memasukkan VIX, GPR, dan OFR-FSI sebagai variabel eksogen pada persamaan varians, dan DCC-GARCH multivariat untuk mengekstraksi deret korelasi kondisional waktu ke waktu bagi pasangan BTC-XAU, BTC-DXY, dan XAU-DXY. Kerangka ini memungkinkan pembedaan yang ketat antara stabilitas rata-rata (relevan untuk hedge) dan perilaku ekor pada periode tekanan (relevan untuk safe haven) serta menilai potensi flight to quality lintas aset. Data harga (BTC/USD, XAU/USD, DXY) dihimpun dari penyedia pasar daring bereputasi, sementara VIX, GPR, dan OFR-FSI diambil dari laman resmi penyusunnya untuk menjaga konsistensi definisi dan keterlacakan. Kontribusi penelitian terletak pada integrasi tiga proksi ketidakpastian yang saling melengkapi dalam satu kerangka berfrekuensi tinggi, yang relevan bagi manajer portofolio, pembuat kebijakan, dan pelaku pasar dalam merancang strategi lindung nilai, diversifikasi, dan alokasi aset yang responsif terhadap perubahan episode stres. Implikasi praktisnya mencakup rancangan bobot portofolio yang adaptif terhadap lonjakan ketidakpastian, penilaian efektivitas aset sebagai pelindung selama guncangan global, serta penyediaan landasan kuantitatif bagi penetapan batas risiko dan skenario stress-testing.