Skripsi
Revisiting Macroeconomic and Institutional Drivers of FDI in ASEAN-6: Evidence from 1996-2023
Meninjau Kembali Faktor Makroekonomi dan Kelembagaan yang Mendorong Investasi Asing Langsung (FDI) di ASEAN-6: Bukti dari Tahun 1996-2023
Pengarang:
Unix Bryan Sadikin - ; Mahjus Ekananda (Pembimbing/Promotor) - ; Dewi Ratna Sjari M. (Penguji) - ; Lana Soelistianingsih (Penguji) -
Deskripsi
Investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Namun, temuan empiris mengenai faktor-faktor makroekonomi dan institusional yang memengaruhi FDI masih menunjukkan hasil yang beragam dan belum sepenuhnya konsisten. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan FDI di enam negara ASEAN selama periode 1996–2023. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan panel Fixed Effects yang dilengkapi dengan standard error Driscoll-Kraay untuk menghasilkan estimasi yang robust terhadap ketergantungan lintas negara dan dinamika waktu. Variabel yang dianalisis meliputi real GDP per capita, economic freedom, inflasi, pertumbuhan penduduk, political stability, trade openness, dan real effective exchange rate. Hasil estimasi menunjukkan bahwa real GDP per capita berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI, yang menegaskan pentingnya ukuran pasar dan daya beli dalam menarik investasi asing. Selain itu, pertumbuhan penduduk dan political stability juga terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan, mengindikasikan bahwa skala demografis serta lingkungan institusional yang stabil tetap menjadi pertimbangan utama bagi investor asing. Real effective exchange rate juga menunjukkan hubungan positif dengan FDI, yang mencerminkan peran kondisi nilai tukar sebagai sinyal stabilitas makroekonomi. Sebaliknya, economic freedom, inflasi, dan trade openness tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan dalam model estimasi. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa arus FDI ke negara-negara ASEAN-6 lebih banyak ditentukan oleh kapasitas ekonomi struktural dan stabilitas institusional dibandingkan oleh faktor kebijakan jangka pendek atau dinamika harga. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan bukti empiris jangka panjang bagi negara-negara ASEAN, serta menegaskan pentingnya menjaga pertumbuhan pendapatan, potensi demografis, dan stabilitas politik dalam upaya menarik investasi asing.