Disertasi
The Role of Transformational Leadership in Orchestrating Resource and Building Collaborative Governance to Enhance Innovation Performance in Public Services
Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Mengorkestrasi Sumber Daya dan Membangun Tata Kelola Kolaboratif untuk Meningkatkan Kinerja Inovasi dalam Pelayanan Publik
Pengarang:
Dyah Suskandari - ; Avanti Fontana (Pembimbing/Promotor) - ; Ruslan Prijadi (Penguji) - ; Riani Rachmawati (Penguji) - ; Benedictus Raksaka Mahi (Penguji) - ; Ratih Dyah Kusumastuti (Penguji) - ; Elok Savitri Pusparini (CoPromotor) - ; Diah Natalisa (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menginvestigasi bagaimana kepemimpinan transformasional mendorong kinerja inovasi secara holistik dalam sistem pelayanan publik terintegrasi melalui mekanisme orkestrasi sumber daya dan tata kelola kolaboratif, dengan kepemimpinan diterjemahkan menjadi kinerja inovasi internal dan antar-organisasi. Berfokus pada Mall Pelayanan Publik (MPP) di Indonesia sebagai model layanan inovatif multi-agensi, studi ini memaknai orkestrasi sumber daya sebagai proses penataan, penggabungan, dan pemanfaatan strategis atas sumber daya yang berasal dari berbagai institusi lokal, sehingga pemerintah mampu mengoptimalkan kapasitas layanan dan meningkatkan standar pelayanan. Tata kelola kolaboratif diposisikan sebagai mekanisme relasional yang memperkuat pengambilan keputusan kolektif, legitimasi, otonomi, mutualitas, dan norma bersama, memungkinkan aktor publik, privat, dan masyarakat untuk memproduksi nilai publik secara kolaboratif melampaui apa yang dapat dicapai oleh masing-masing lembaga secara individual. Penelitian ini menggunakan sequential mixed-methods design: fase eksploratori kualitatif awal untuk mengidentifikasi secara induktif perilaku kepemimpinan dan praktik orkestrasi lintas institusi; fase kuantitatif menggunakan PLSSEM pada 103 MPP daerah untuk menguji jalur struktural; serta fase eksplanatori kualitatif yang menindaklanjuti untuk mengontekstualisasikan hasil statistik. Temuan menunjukkan kepemimpinan transformasional meningkatkan kinerja inovasi pada dimensi internal, teknis, diseminasi, sosial, lingkungan, dan ekonomi melalui tiga mekanisme yang saling terkait: (1) orkestrasi sumber daya strategis, (2) tata kelola kolaboratif relasional, dan (3) jalur berurutan dari kepemimpinan, orkestrasi sumber daya ke kolaborasi, yang menjadi pola paling konsisten di berbagai wilayah. Daerah dengan kapasitas tinggi mengaktifkan banyak mekanisme secara bersamaan, sedangkan daerah yang kurang berkembang bergantung pada penguatan sistem sumber daya dasar sebelum kolaborasi dapat berjalan efektif. Studi ini berkontribusi secara teoretis dengan dengan memposisikan Tata Kelola Kolaboratif sebagai pusat teoritis inovasi, yang dimungkinkan oleh Kepemimpinan Transformasional melalui Orkestrasi Sumber Daya; secara manajerial dengan menawarkan strategi praktis dan alat diagnostik untuk menyelaraskan sumber daya, mengoordinasikan institusi, dan memperkuat proses inovasi; serta secara kebijakan dengan menekankan perlunya institusionalisasi kompetensi kepemimpinan, formaliasi pengaturan berbagi sumber daya, penguatan peran boundary-spanning, dan pengaruh budaya lokal dalam membangun legitimasi, kepercayaan, dan keselarasan antar-aktor institusional.