Disertasi
Essays on the Impact of Mobile Network Expansion And Socio-Political Outcomes in Indonesia
Esai Mengenai Dampak Perluasan Jaringan Seluler dan Luaran Sosial-Politik di Indonesia
Pengarang:
Najwa Khairina - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Ibrahim Kholilul Rohman (Penguji) - ; Riatu Mariatul Qibthiyyah (Penguji) - ; Diahhadi Setyonaluri (Penguji) - ; Wahyu Prasetyawan (Penguji) - ; Turro Selrits Wongkaren (Penguji) - ; Bambang Brodjonegoro (Pembimbing/Promotor) - ; Rus'an Nasrudin (CoPromotor) -
Deskripsi
Disertasi ini meneliti bagaimana ekspansi infrastruktur jaringan seluler di Indonesia
berasosiasi dengan berbagai luaran sosial-ekonomi dan politik. Disertasi ini menekankan
bahwa dampak perluasan infrastruktur bergantung pada konteks: peningkatan cakupan,
kualitas layanan, dan akses jaringan menurunkan biaya komunikasi serta memperoleh
informasi, tetapi respons perilaku ditentukan oleh kondisi sosial, ketersediaan teknologi
pelengkap, dan intensitas penggunaan oleh rumah tangga maupun masyarakat. Untuk
menguji argumen tersebut, disertasi ini menggabungkan dua analisis empiris dengan
sumber data dan unit observasi yang berbeda. Analisis pertama menggunakan Indonesia
Family Life Survey (IFLS) Gelombang 4 dan 5 untuk menguji apakah intensitas
penggunaan telepon seluler berasosiasi dengan kemampuan negosiasi perempuan dalam
rumah tangga serta kepemilikan aset. Intensitas penggunaan diproksi melalui pengeluaran
bulanan rumah tangga untuk pulsa dan biaya berlangganan. Luaran pemberdayaan
perempuan disusun dari 17 indikator pengambilan keputusan rumah tangga dan 12
indikator kepemilikan aset. Dengan spesifikasi two-way fixed effects, hasil menunjukkan
bahwa pengeluaran telepon seluler bulanan yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan
meningkatnya partisipasi perempuan dalam keputusan konsumsi makanan, pembelian
pakaian anak, dan pengeluaran arisan serta kepemilikan bersama atas rumah, tanah, dan
tabungan keluarga. Untuk menelaah mekanisme, studi ini memanfaatkan informasi IFLS
Gelombang 5 mengenai tujuan penggunaan telepon seluler. Hasilnya menunjukkan
bahwa pengeluaran telepon yang lebih tinggi terkait dengan penggunaan untuk
komunikasi, serta kombinasi komunikasi, hiburan, dan akses informasi. Analisis kedua
menilai keterkaitan perluasan internet berkecepatan tinggi dengan perilaku politik,
dengan menghubungkan ekspansi cakupan 4G di tingkat kecamatan dengan luaran pemilu
nasional. Studi ini mengombinasikan ukuran administratif cakupan 4G lintas kecamatan
dengan data rekapitulasi resmi hasil pemilu untuk mengukur partisipasi pemilih dan
kompetisi elektoral. Dengan spesifikasi panel two-way fixed effects, peningkatan
cakupan 4G secara konsisten berkorelasi dengan penurunan moderat pada voter turnout.
Selain itu, cakupan 4G berasosiasi dengan meningkatnya kompetisi pemilihan presiden
yang tercermin dari margin kemenangan yang lebih sempit, sementara pengaruhnya
terhadap konsentrasi partai (HHI) tidak berbeda signifikan dari nol. Disertasi ini
berargumen bahwa perluasan 4G memperluas akses terhadap ragam konten daring;
namun paparan hiburan dapat mengalihkan perhatian dari informasi kewargaan dan
politik. Secara keseluruhan, disertasi ini menunjukkan bahwa ekspansi jaringan seluler
dapat menggeser hasil negosiasi intra-rumah tangga sekaligus menurunkan partisipasi
pemilih.
berasosiasi dengan berbagai luaran sosial-ekonomi dan politik. Disertasi ini menekankan
bahwa dampak perluasan infrastruktur bergantung pada konteks: peningkatan cakupan,
kualitas layanan, dan akses jaringan menurunkan biaya komunikasi serta memperoleh
informasi, tetapi respons perilaku ditentukan oleh kondisi sosial, ketersediaan teknologi
pelengkap, dan intensitas penggunaan oleh rumah tangga maupun masyarakat. Untuk
menguji argumen tersebut, disertasi ini menggabungkan dua analisis empiris dengan
sumber data dan unit observasi yang berbeda. Analisis pertama menggunakan Indonesia
Family Life Survey (IFLS) Gelombang 4 dan 5 untuk menguji apakah intensitas
penggunaan telepon seluler berasosiasi dengan kemampuan negosiasi perempuan dalam
rumah tangga serta kepemilikan aset. Intensitas penggunaan diproksi melalui pengeluaran
bulanan rumah tangga untuk pulsa dan biaya berlangganan. Luaran pemberdayaan
perempuan disusun dari 17 indikator pengambilan keputusan rumah tangga dan 12
indikator kepemilikan aset. Dengan spesifikasi two-way fixed effects, hasil menunjukkan
bahwa pengeluaran telepon seluler bulanan yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan
meningkatnya partisipasi perempuan dalam keputusan konsumsi makanan, pembelian
pakaian anak, dan pengeluaran arisan serta kepemilikan bersama atas rumah, tanah, dan
tabungan keluarga. Untuk menelaah mekanisme, studi ini memanfaatkan informasi IFLS
Gelombang 5 mengenai tujuan penggunaan telepon seluler. Hasilnya menunjukkan
bahwa pengeluaran telepon yang lebih tinggi terkait dengan penggunaan untuk
komunikasi, serta kombinasi komunikasi, hiburan, dan akses informasi. Analisis kedua
menilai keterkaitan perluasan internet berkecepatan tinggi dengan perilaku politik,
dengan menghubungkan ekspansi cakupan 4G di tingkat kecamatan dengan luaran pemilu
nasional. Studi ini mengombinasikan ukuran administratif cakupan 4G lintas kecamatan
dengan data rekapitulasi resmi hasil pemilu untuk mengukur partisipasi pemilih dan
kompetisi elektoral. Dengan spesifikasi panel two-way fixed effects, peningkatan
cakupan 4G secara konsisten berkorelasi dengan penurunan moderat pada voter turnout.
Selain itu, cakupan 4G berasosiasi dengan meningkatnya kompetisi pemilihan presiden
yang tercermin dari margin kemenangan yang lebih sempit, sementara pengaruhnya
terhadap konsentrasi partai (HHI) tidak berbeda signifikan dari nol. Disertasi ini
berargumen bahwa perluasan 4G memperluas akses terhadap ragam konten daring;
namun paparan hiburan dapat mengalihkan perhatian dari informasi kewargaan dan
politik. Secara keseluruhan, disertasi ini menunjukkan bahwa ekspansi jaringan seluler
dapat menggeser hasil negosiasi intra-rumah tangga sekaligus menurunkan partisipasi
pemilih.