Determinants of Intention to Invest in ESG-Themed Government Securities: The Moderating Role Of Investors Personality and Ethical Consumption Behavior
Determinan Keputusan Berinvestasi pada Surat Berharga Negara Bertema Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola: Peran Moderasi Kepribadian dan Perilaku Konsumsi Etis dari Investor Ritel
Pengarang:
Muhammad Aulia - ; Sri Rahayu Hijrah Hati (Pembimbing/Promotor) - ; Imam Salehudin (Penguji) - ; Triana Rahajeng Hadiprawoto (Penguji) - ; Ignatius Heruwasto (Penguji) - ; Cynthia Afriani (Penguji) - ; Gita Gayatri (CoPromotor) - ; Adi Zakaria Afiff (CoPromotor) - ; Whony Rofianto (Penguji) -
Deskripsi
Dengan menggunakan model pengambilan keputusan etis Hunt-Vitell (H-V model), penelitian kuantitatif ini menguji bagaimana pertimbangan etis, termasuk sensitivitas etis, persepsi nilai utilitas (refleksi dari motif egoistik), dan efikasi investasi sosial (proksi dari orientasi kesejahteraan pro-sosial), memengaruhi penilaian etis dan keputusan investor ritel Indonesia terkait investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) bertema ESG. Data dari 554 investor ritel Indonesia dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa faktor-faktor tersebut secara signifikan memprediksi penilaian etis dan niat investasi investor. PUV secara nyata memengaruhi penilaian etis, yang mengindikasikan kecenderungan ke arah egoisme etis, serta memprediksi niat investasi secara kuat. Tidak kalah penting, riset ini menunjukkan kesenjangan sikap-niat (attitude-intention gap) yang nyata: penilaian etis yang positif tidak secara signifikan bertransmisi menjadi kesediaan menerima imbal hasil yang lebih rendah; sebaliknya, efikasi investasi sosial secara kuat memprediksi pengorbanan finansial tersebut. Selain itu, kepribadian dan perilaku konsumsi etis memperkuat hubungan antara penilaian etis dan kesiapan untuk menerima potensi imbal hasil yang lebih rendah.
Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi literatur etika konsumen dan konsumsi berkelanjutan dengan memperluas model H-V untuk mengkaji investor ritel, tidak hanya sebagai aktor finansial, tetapi juga sebagai konsumen yang terlibat dalam pengambilan keputusan etis. Dengan mengintegrasikan sifat kepribadian dan perilaku konsumsi etis sebagai moderator, penelitian ini memosisikan SBN bertema ESG ke dalam konteks etika konsumen yang lebih luas. Riset ini memberikan wawasan praktis bagi pengelola utang publik dan pemasar jasa keuangan untuk mempromosikan SBN yang selaras dengan prinsip ESG kepada investor ritel, memperdalam pasar keuangan, serta menyoroti bagaimana strategi pemasaran dapat menjembatani kesenjangan antara penilaian etis dan perilaku investasi yang nyata.
Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi literatur etika konsumen dan konsumsi berkelanjutan dengan memperluas model H-V untuk mengkaji investor ritel, tidak hanya sebagai aktor finansial, tetapi juga sebagai konsumen yang terlibat dalam pengambilan keputusan etis. Dengan mengintegrasikan sifat kepribadian dan perilaku konsumsi etis sebagai moderator, penelitian ini memosisikan SBN bertema ESG ke dalam konteks etika konsumen yang lebih luas. Riset ini memberikan wawasan praktis bagi pengelola utang publik dan pemasar jasa keuangan untuk mempromosikan SBN yang selaras dengan prinsip ESG kepada investor ritel, memperdalam pasar keuangan, serta menyoroti bagaimana strategi pemasaran dapat menjembatani kesenjangan antara penilaian etis dan perilaku investasi yang nyata.