Tesis
Analisis Dampak Infrastuktur Telekomunikasi (Base Transceiver Station) Terhadap Pertumbuhan Sektor Ekonomi Telekomunikasi dan Informasi
Analysis of the Impact of Telecommunication Infrastructure (Base Transceiver Station) on the Economic Growth of the Telecommunication and Information Sector
Pengarang:
Choirunnisa - ; Benedictus Raksaka Mahi (Pembimbing/Promotor) - ; Chaikal Nuryakin (Penguji) - ; Riatul Mariatul Qibthiyyah (Penguji) -
Deskripsi
Perkembangan infrastruktur telekomunikasi memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi digital, khususnya pada sektor informasi dan komunikasi yang semakin menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, kesenjangan akses dan pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi, terutama di wilayah perdesaan, masih menjadi tantangan yang berpotensi menghambat kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur telekomunikasi terhadap pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi di Indonesia, dengan menitikberatkan pada peran Base Transceiver Station (BTS), kepemilikan telepon seluler di perdesaan, interaksi antara BTS dan kepemilikan telepon seluler, serta jumlah tenaga kerja, dengan rasio elektrifikasi sebagai variabel kontrol. Base Transceiver Station (BTS) dalam penelitian ini yang digunakan sebagai proksi infrastruktur yang meningkatkan layanan ketika stok fisik produktif. Menara BTS adalah titik pemancar dan penerima sinyal yang memungkinkan terselenggaranya layanan komunikasi suara dan data, mulai dari teknologi generasi 2G hingga 5G. Kepemilikan telepon seluler di pedesaan digunakan sebagai indikator tingkat akses dan adopsi teknologi telekomunikasi oleh masyarakat. Interaksi antara jumlah BTS dan kepemilikan telepon seluler menggambarkan efektivitas infrastruktur dalam menciptakan manfaat ekonomi. Dalam teori pertumbuhan endogen, dampak infrastruktur akan maksimal apabila didukung oleh tingkat adopsi/pemanfaatan teknologi yang tinggi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori melalui analisis data panel provinsi di Indonesia periode 2019–2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Metode estimasi dilakukan menggunakan regresi data panel untuk mengidentifikasi hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah BTS dan kepemilikan telepon seluler di perdesaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB sektor informasi dan komunikasi, sementara interaksi keduanya memperkuat dampak infrastruktur telekomunikasi terhadap kinerja sektor tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan infrastruktur telekomunikasi yang aktif dan inklusif, khususnya di wilayah perdesaan, lebih menentukan pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi dibandingkan infrastruktur dasar semata. Temuan ini memberikan implikasi kebijakan penting bagi pemerintah untuk memprioritaskan pemerataan dan kualitas infrastruktur telekomunikasi serta mendorong pemanfaatan teknologi digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan indikator kualitas jaringan dan kapital manusia guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori melalui analisis data panel provinsi di Indonesia periode 2019–2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Metode estimasi dilakukan menggunakan regresi data panel untuk mengidentifikasi hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah BTS dan kepemilikan telepon seluler di perdesaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB sektor informasi dan komunikasi, sementara interaksi keduanya memperkuat dampak infrastruktur telekomunikasi terhadap kinerja sektor tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan infrastruktur telekomunikasi yang aktif dan inklusif, khususnya di wilayah perdesaan, lebih menentukan pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi dibandingkan infrastruktur dasar semata. Temuan ini memberikan implikasi kebijakan penting bagi pemerintah untuk memprioritaskan pemerataan dan kualitas infrastruktur telekomunikasi serta mendorong pemanfaatan teknologi digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan indikator kualitas jaringan dan kapital manusia guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.