Tesis
Pengaruh Perang Tarif AS-Cina terhadap Tenaga Kerja Industri di RCEP; Peran Struktur Eskpor Manufaktur
The Impact of the US-China Tariff War on Industrial Employment in RCEP: The Role of Manufacturing Export Structure
Pengarang:
Hizky Chrisheaven Karwur - ; Christina Ruth Elisabeth L. Tobing (Penguji) - ; Sugiharso (Penguji) - ; Yohana Magdalena Lydia (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh perang tarif antara Amerika Serikat dan Cina terhadap penyerapan tenaga kerja industri di negara-negara RCEP dengan menekankan peran ekspor manufaktur sebagai saluran transmisi utama. Perang tarif AS–Cina sejak 2018 dipandang sebagai guncangan perdagangan global yang mengubah pola perdagangan internasional melalui fenomena trade diversion, khususnya ke negara negara RCEP yang terintegrasi dalam global value chains (GVC). Penelitian ini menggunakan data panel sembilan negara yang terdiri atas lima negara ASEAN dan empat negara non-ASEAN anggota RCEP selama periode 2010–2023. Estimasi dilakukan menggunakan Fixed Effects Model (FEM) untuk mengendalikan heterogenitas struktural antarnegara yang bersifat tetap sepanjang waktu. Variabel utama yang dianalisis meliputi penyerapan tenaga kerja industri, ekspor manufaktur ke Amerika Serikat, dummy periode perang tarif, serta variabel interaksi antara ekspor dan periode perang tarif. Beberapa variabel makroekonomi digunakan sebagai variabel kontrol. Hasil estimasi menunjukkan bahwa peningkatan ekspor manufaktur berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja industri. Temuan ini konsisten pada berbagai spesifikasi model dan uji robustness. Sementara itu, variabel dummy perang tarif dan variabel interaksi tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa dampak perang tarif terhadap pasar tenaga kerja bersifat tidak langsung dan bekerja melalui perubahan kinerja ekspor, bukan melalui perubahan struktural yang instan. Variabel kontrol makroekonomi tidak menunjukkan signifikansi statistik, yang mencerminkan bahwa dinamika tenaga kerja industri lebih dipengaruhi oleh faktor struktural dan posisi negara dalam GVC. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa perang tarif AS–Cina menciptakan peluang ekspor bagi negara-negara RCEP yang mampu menangkap fenomena trade diversion, dan peluang tersebut dapat diterjemahkan menjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja industri, terutama pada sektor manufaktur yang bersifat padat karya.