Tesis
Dampak Program Bakti Sinyal BTS (Base Transceiver Station) Terhadap Banyaknya Warung Kelontong di Daerah 3T
The Impact of Program Bakti Sinyal BTS (Base Transceiver Station) on the Number of Small Grocery Stores in the 3T Regions
Pengarang:
Niken Dwi Anggraini - ; Riyanto (Pembimbing/Promotor) - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Thia Jasmina (Penguji) -
Deskripsi
Sejak tahun 2015, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melaksanakan Program Bakti Sinyal BTS (Base Transceiver Station). Program tersebut bertujuan membuka isolasi komunikasi di daerah yang sebelumnya mengalami blank spot atau tidak memiliki layanan telekomunikasi. Dengan infrastruktur komunikasi digital yang lebih baik tersebut diharapkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Daerah 3T tersebut meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Program Bakti Sinyal BTS terhadap banyaknya warung kelontong di Daerah 3T dengan menggunakan data Potensi Desa (Podes) Tahun 2014, 2018-2021. Dengan menggunakan metode staggered difference in difference (DID), penelitian ini menunjukkan bahwa Program Bakti Sinyal BTS secara nasional memiliki dampak positif dan signifikan meningkatkan banyaknya warung kelontong sekitar 1, 089 unit pada desa/kelurahan yang menerima program. Lebih lanjut, jika dilihat menurut wilayah dampak Program Bakti Sinyal BTS menunjukkan koefisien dampak yang berbeda. Wilayah Barat memiliki koefisien dampak sebesar 1,141 unit dengan asumsi parallel trend terpenuhi, sedangkan Wilayah Timur memiliki koefisien dampak sebesar 1,262 unit namun asumsi parallel trend tidak terpenuhi.