Tesis
Analisis Biaya Manfaat Pengelolaan Sampah dengan Metode Refuse Derived Fuel (RDF) oleh Pemerintah Provinsi Jakarta di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargerbang
Pengarang:
Linda Sitanggang - ; Alin Halimatussadiah (Penguji) - ; Milda Irhamni (Penguji) - ; Arip Muttaqien (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Sistem pengelolaan berbasis sanitary landfill dinilai menimbulkan eksternalitas negatif yang signifikan dan tidak lagi memadai untuk menahan laju timbulan sampah. Pemerintah Provinsi Jakarta mengembangkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai alternatif pengelolaan sampah yang mengubah residu menjadi bahan bakar pengganti batubara. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan ekonomi pengelolaan sampah dengan metode RDF di TPST Bantargebang menggunakan pendekatan Analisis Biaya Manfaat (Cost–Benefit Analysis/CBA). Metode penelitian menggunakan data primer dan sekunder periode 2023–2024, dengan perhitungan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit–Cost Ratio (B/C Ratio) pada beberapa asumsi umur investasi serta uji sensitivitas tingkat diskonto. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada umur investasi 5 tahun proyek belum layak secara ekonomi, namun pada umur investasi 10 tahun mulai layak dengan NPV positif, IRR melebihi tingkat diskonto, dan B/C Ratio di atas satu. Kelayakan ekonomi semakin meningkat pada umur investasi 15 dan 20 tahun. Dengan demikian, pengelolaan sampah berbasis RDF di TPST Bantargebang layak secara ekonomi dalam jangka menengah hingga panjang dan memerlukan konsistensi kebijakan sebagai investasi publik jangka panjang.