Tesis
Pengaruh Dana Desa dan Earmarking 20% untuk Ketahanan Pangan Terhadap Ketahanan Pangan Kabupaten di Indonesia
The Impact of Village Funds and 20% Earmarking for Food Security on District Food Security in Indonesia
Pengarang:
David Aryanto - ; Benedictus Raksaka Mahi (Pembimbing/Promotor) - ; Riyanto (Penguji) - ; Alin Halimatussadiah (Penguji) -
Deskripsi
Ketahanan pangan merupakan pilar pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya ditentukan oleh produksi pertanian, tetapi juga oleh kapasitas fiskal dan kelembagaan lokal. Sejak 2015, Dana Desa berperan sebagai instrumen fiskal utama untuk memperkuat infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi, dan kelembagaan, dengan potensi memperbaiki ketahanan pangan. Penelitian ini menganalisis pengaruh Dana Desa terhadap ketahanan pangan kabupaten di Indonesia periode 2018-2024 serta menguji peran kelembagaan (BUMDes dan penyuluh pertanian) sebagai faktor moderasi. Menggunakan data panel kabupaten nasional dan model efek tetap (Fixed Effects), variabel dependen adalah Indeks Ketahanan Pangan (IKP), sedangkan variabel utama adalah log realisasi Dana Desa; variabel kebijakan/kontrol meliputi rasio desa dengan BUMDes, rasio penyuluh pertanian ASN/non-ASN per desa, dummy mandatori minimal 20% Dana Desa untuk pangan (sejak 2022). Hasil menunjukkan Dana Desa berpengaruh positif signifikan pada seluruh spesifikasi; peningkatan 1% Realsasi Dana Desa berkorelasi dengan kenaikan IKP sekitar 0,05-0,06 poin. Secara teoretis, temuan ini memperkaya literatur desentralisasi fiskal dan komplementaritas kelembagaan, dengan implikasi kebijakan untuk integrasi Dana Desa, penguatan BUMDes, dan sistem penyuluhan dalam kerangka ketahanan pangan berbasis desa.