Tesis
Pengaruh Akses Listrik PLN Terhadap Penurunan Kriminalitas di Wliayah Perdesaan: Studi Kasus 13 Provinsi dengan Rasio Elektrifikasi Terendah
The Impact of PLN Electricity Accsess on Crime Reduction in Rural Areas: A Case Study of 13 Provinces with the Lowest Electrification Rations
Pengarang:
Eric Ta'dung - ; Desita Prabawati Ratna (Penguji) - ; Arip Muttaqien (Penguji) - ; Yohanna M. Lydia Gultom (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Program Listrik Perdesaan yang dijalankan PT PLN (Persero) merupakan salah satu instrumen kebijakan utama pemerintah Indonesia untuk mengentaskan ketertinggalan di wilayah perdesaan. Untuk mengevaluasi dampak masuknya akses listrik PLN terhadap tingkat kriminalitas di wilayah perdesaan, serta menganalisis hubungan kausalitas antara kondisi sosial-ekonomi dengan insiden kejahatan property yakni pencurian dan perampokan, dilakukan penelitian dengan menggunakan data panel tingkat desa dari Potensi Desa (PODES) BPS dan metode estimasi Fixed Effects dengan pendekatan Difference-in-Differences. Penelitian ini menemukan bahwa elektrifikasi PLN memiliki shock effect yang berdampak negatif dan signifikan terhadap penurunan tingkat pencurian. Penelitian ini juga menemukan bahwa penambahan jumlah SKTM sebagai proxy dari kemiskinan berdampak positif terhadap penurunan tingkat kiriminalitas. Kedua temuan ini mendukung Teori Rasionalitas Pilihan dalam ekonomi kriminalitas, di mana akumulasi aset akibat elektrifikasi menciptakan target baru bagi pelaku kejahatan di wilayah yang sebelumnya minim pengawasan, namun dilain hal peningkatan kemiskinan juga mengurangi obyek sasaran untuk pelaku kriminalitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas keamanan lingkungan untuk memitigasi eksternalitas negatif dari pembangunan.