Tesis
Industri Pertambangan Batubara dan Deforestasi Pasca Penerapan Kebijakan Status Clean and Clear
Coal Mining Industry and Deforestation After Implementation of Clean and Clear License Policy
Pengarang:
Achmad Prabu Widjanarko - ; Widyono Soetjipto (Penguji) - ; Alin Halimatussadiah (Penguji) - ; Yohana Magdalena Lydia (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Batubara sangat dibutuhkan untuk pembangkitan energi di negara – negara berkembang. Namun demikian, proses pertambangan batubara sering dikaitkan dengan pemicu utama deforestasi karena metode pertambangan yang dilakukan. Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan luas sekaligus produsen batubara utama memberlakukan kebijakan status Clean and Clear yang menandakan tidak adanya masalah kewilayahan dan administratif dalam aspek perijinan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh wilayah ijin usaha pertambangan batubara dengan luas kawasan hutan dengan menggunakan metode data panel fixed effect pada periode tahun 2010 hingga 2019 di 110 kabupaten di Indonesia. Hasil estimasi menunjukkan bahwa wilayah ijin konsesi pertambangan batubara berkorelasi negatif pada luas kawasan hutan. Studi merekomendasikan status Clean and Clear tidak hanya dapat diterapkan saat perijinan, namun juga dapat diterapkan pada kegiatan pasca tambang untuk dapat menjamin kegiatan reklamasi lahan telah selesai dilaksanakan.