Tesis
The Long-Term Effect of the Indonesia Famine in the 1950's-1960's on Time Preferences
Dampak Jangka Panjang Kejadian Kelaparan di Indonesia tahun 1950-1960an terhadap Preferensi Waktu
Pengarang:
Retno Apriliani - ; Muhammad Halley Yudhistira (Pembimbing/Promotor) - ; Jahen Fachrul Rezki (Penguji) - ; Jossy P. Moeis (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini dilakukan untuk mencari bukti empiris yang menunjukkan bahwa kejadian kelaparan di Indonesia tahun 1950 – 1960an berpengaruh terhadap preferensi waktu individu (tingkat kesabaran) bertahun-tahun setelah bencana tersebut terjadi dengan menggunakan data pooled cross-sectional dari The Indonesia Family Life Survey Gelombang Keempat dan Kelima (IFLS4 dan IFLS5) dan data sekunder tentang kejadian kelaparan yang dikumpulkan Eng (2012). Motivasi penelitian ini adalah literatur terkini yang menyebutkan bahwa preferensi waktu dapat berubah antar-waktu dan karena adanya exogenous shock, seperti kejadian kelaparan. Mengkombinasikan variasi paparan terhadap kejadian kelaparan di Indonesia pada tahun 1950 – 1960an berdasarkan tahun dan kabupaten/kota kelahiran individu dengan Linear Probability Model (dengan control terhadap tahun dan tempat lahir), kami menemukan bahwa mereka yang terpapar kelaparan memiliki probabilitas yang lebih rendah, sebesar 0.0076, untuk menjadi sangat tidak sabar, tetapi hubungannya tidak signifikasn secara statistik. Hasil ini dapat terjadi karena pada periode tersebut terdapat kekacauan politik dan ekonomi lainnya (Nawiyanto, 2017) yang mungkin memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap preferensi waktu seseorang pada masa kini dibandingkan dengan kejadian kelaparan, namun tidak dimasukkan dalam studi ini. Dengan menggunakan kohor umur pertama kali terpapar kelaparan, penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang berusia 26 dan 29 tahun saat pertama kali terpapar menunjukkan perilaku yang lebih sabar dibandingkan yang tidak terpapar, pada tingkat kepercayaan 5 dan 10 persen. Karena tingkat kesabaran juga dapat menggambarkan perilaku menabung individu (Jung et al., 2021), studi ini membuktikan paparan kelaparan memiliki hubungan positif terhadap kepemilikan tabungan dalam rumah tangga, tetapi negatif terhadap nominal tabungannya, meskipun keduanya tidak signifikan secara statistik. Sedangkan ketika menganalisis subsampel berdasarkan jenis kelamin dan tempat lahir (desa atau kota), menunjukkan bahwa wanita dan tempat lahir membuat individu menjadi lebih sabar ketika terpapar kelaparan (meskipun tidak signifikan). Lebih lanjut, studi ini robust pada pengurangan data.