Tesis
Apakah Investment Aftercare Service Berpengaruh terhadap Kemandrian Daerah? Studi Kasus Kebijakan Pemberian Dana Dekonsentrasi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
Does Investment Aftercare Service Affect Regional Independence? A Case Study of Deconcentration Funding Policy for Investment Implementation Control
Pengarang:
Murniwaty - ; Hera Susanti (Pembimbing/Promotor) - ; Robert A. Simanjuntak (Penguji) - ; Desita Prabawati Ratna (Penguji) -
Deskripsi
Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari pelaksanaan layanan aftercare investasi melalui pemberian dana dekonsentrasi pengendalian pelaksanaan penanaman modal dari tahun 2010-2020 terhadap kemandirian daerah yang digambarkan melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pertumbuhan Ekonomi Inklusif (IPEI) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2011-2021. Penelitian menggunakan analis data panel dengan model two-way fixed effect. Hasil analisis empiris menujukkan bahwa kegiatan layanan aftercare investasi memiliki koefisien yang positif dan signifikan terhadap peningkatan PDRB dan PAD, akan tetapi belum memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan IPEI. Dari hasil ini dapat diasumsikan bahwa pemberian layanan aftercare investasi tidak dapat langsung meningkatkan inklusivitas pertumbuhan ekonomi karena terdapat aspek lainnya yang berpengaruh seperti pengurangan kemiskinan serta perluasan akses dan kesempatan kerja. Dapat disimpulkan bahwa dana dekonsentrasi pengendalian pelaksanaan penanaman modal yang diberikan kepada dinas penanaman modal untuk melaksanakan layanan aftercare investasi belum cukup dan diperlukan penajaman atas pemberian layanan aftercare investasi dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing PMA serta tidak hanya dilakukan berdasarkan banyaknya perusahaan, proyek maupun investasi PMA akan tetapi juga memperhatikan aspek sosial ekonomi pada daerah lokasi proyek. Terkait dengan peningkatan kemandirian daerah, diperlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah terhadap peningkatan pendidikan, kemampuan dan keahlian tenaga kerja serta infrastruktur.