Tesis
Arah Pembangunan Berkelanjutan Negara Emerging Economy di Asia Tenggara
Suistainable Development Trajectory of Southeast Asia Emerging Economy Countries
Pengarang:
Lanjar Wijiarti - ; Alin Halimatussadiah (Pembimbing/Promotor) - ; Tika Arundina Aswin (Penguji) - ; Berly Martawardaya (Penguji) -
Deskripsi
Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam adalah negara emerging economy
di Asia Tenggara (ESEA) berdasarkan Emerging Market Index dan indeks IMF. Saat ini
ESEA menghadapi tantangan untuk terus meningkatkan perekonomian, berstrategi dalam
mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, dan memenuhi komitmen global dalam mencapai
tujuan pembangunan berkelanjutan. Menggunakan analisis Sustainability Window,
penelitian ini ingin mengkaji arah pembangunan di negara-negara tersebut apakah menuju
ke arah berkelanjutan atau sebaliknya. Analisis Sustainability Window digunakan agar
dapat mengakomodir berbagai ukuran indikator dalam satu kerangka analisis, dan untuk
melihat bagaimana analisis tersebut dioperasionalkan untuk membandingkan
keberlanjutan antar negara. Hasilnya, secara umum, pertumbuhan ekonomi di ESEA
diikuti dengan peningkatan kesejahteraan sosial. Meskipun negara-negara ESEA masih
perlu meningkatkan kinerja dimensi sosial untuk dapat mencapai target pembangunan
berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi di ESEA juga diiringi dengan kerusakan
lingkungan dalam kelipatan yang lebih besar, atau tidak berkelanjutan pada dimensi
lingkungan. Hal tersebut menunjukkan rendahnya potensi ESEA untuk mencapai target
pembangunan berkelanjutan terkait lingkungan, dan tingginya resiko dampak perubahan
iklim yang harus dihadapi. Apabila tidak ada upaya yang cukup untuk menavigasikan
pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih berkelanjutan lingkungan maka, dampak
perubahan iklim akan dengan mudah menurunkan kesejahteraan sosial masyarakat ESEA
dan menegasikan capaian pembangunan selama ini.
di Asia Tenggara (ESEA) berdasarkan Emerging Market Index dan indeks IMF. Saat ini
ESEA menghadapi tantangan untuk terus meningkatkan perekonomian, berstrategi dalam
mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, dan memenuhi komitmen global dalam mencapai
tujuan pembangunan berkelanjutan. Menggunakan analisis Sustainability Window,
penelitian ini ingin mengkaji arah pembangunan di negara-negara tersebut apakah menuju
ke arah berkelanjutan atau sebaliknya. Analisis Sustainability Window digunakan agar
dapat mengakomodir berbagai ukuran indikator dalam satu kerangka analisis, dan untuk
melihat bagaimana analisis tersebut dioperasionalkan untuk membandingkan
keberlanjutan antar negara. Hasilnya, secara umum, pertumbuhan ekonomi di ESEA
diikuti dengan peningkatan kesejahteraan sosial. Meskipun negara-negara ESEA masih
perlu meningkatkan kinerja dimensi sosial untuk dapat mencapai target pembangunan
berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi di ESEA juga diiringi dengan kerusakan
lingkungan dalam kelipatan yang lebih besar, atau tidak berkelanjutan pada dimensi
lingkungan. Hal tersebut menunjukkan rendahnya potensi ESEA untuk mencapai target
pembangunan berkelanjutan terkait lingkungan, dan tingginya resiko dampak perubahan
iklim yang harus dihadapi. Apabila tidak ada upaya yang cukup untuk menavigasikan
pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih berkelanjutan lingkungan maka, dampak
perubahan iklim akan dengan mudah menurunkan kesejahteraan sosial masyarakat ESEA
dan menegasikan capaian pembangunan selama ini.