Tesis
Analisis Pengaruh Bantuan Pemerintah dan Infrastruktur terhadap Indeks Pembangunan Manusia pada Pulau-pulau di Indonesia
Analysis of the Effect of Government Assistance and Infrastructure on Human Development Index on Indonesia Islands
Pengarang:
Aldo Prima Putra - ; Nining Indroyono Soesilo (Pembimbing/Promotor) - ; Nuzul Achjar (Penguji) - ; Willem A. Makaliwe (Penguji) -
Deskripsi
Untuk menilai keberhasilan dan perkembangan pembangunan sebuah wilayah, United Nations Development Programe (UNDP) telah merilis sebuah indeks yang bernama indekspembangunan manusia (IPM). Selain untuk mengetahui kinerja IPM yang berbeda di setiap pulau,keadaan ini juga perlu dibahas untuk membedakan perlakuan kebijakan untuk menyelesaikan IPMdengan berbagai konteks dan dimensi masalah yang berbeda. Adapun penelitian dalam melihat kinerja IPM di Indonesia sendiri didasarkan pada kategori sebagai berikut: Kepulauan Sumatera, Kepulauan Jawa, Kepulauan Kalimantan, Kepulauan Sulawesi, Kepulauan Bali Nustra, KepulauanMaluku dan Papua. Dalam studi ini maka akan dipahami bagaimana dampak bantuan pemerintah dan infrastrukur untuk selanjutnya dilihat hubungannya dengan IPM yang ada di daerah yang telah dikategorikan dalam kepulauan di Indonesia, sehingga dihasilkan rekomendasi perbaikan ke depan dalam meningkatkan IPM di Indonesia. Dalam penelitian ini, pengambilan bahasan bantuan pemerintah merujuk pada jumlah sekolah yang menerima dana BOS dan penduduk yang menggunakan BPJS, sedangkan infrastruktur merujuk pada banyaknya penduduk yang menggunakan internet dan penggunaan listrik oleh masyarakat, sehingga dihasilkan nilai pengaruhvariabel bebas pada masing-masing pulau terhadap IPM yang dapatmenggambarkan trend IPM disuatupulau dibandingkan dengan pulau lainnya. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis dan regresi persamaan IPM dengan menggunakan variabel-variabel independen yang telah ditentukan, maka didapat kesimpulan sebagai berikut: (i) Pada tahun 2018, hanya kotakota pada Pulau Sulawesi yang memiliki nilai IPM lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten yang ada pada Pulau Sulawesi, sedangkan pada pulau lainnya IPM pada kota-kota tidak lebih tinggi dibandingkandengan kabupaten-kabupaten yang ada pada pulau tersebut. Sedangkan Pada tahun 2019, IPM pada kota-kota di Pulau Sulawesi dan Pulau Sumatera memiliki nilai IPM lebih tinggi dibandingkan dengan kabupatenkabupaten yang ada pada Pulau Sulawesi dan Pulau Sumatera. (ii) Pada tahun 2018, jumlah sekolah yang menerima dana BOS memiliki dampak positif terhadapIPM pada Pulau Sumatera dan Papua. Sedangkan pada tahun 2019, jumlah sekolah yang menerimadana BOS memiliki dampak positif terhadap IPM pada pulau Sumatera, Kalimantan, dan MalukuPapua. (iii) Pada tahun 2018, jumlah masyarakat yang menggunakan BPJS berpengaruh positif terhadap IPM pada Pulau Sumatera dan Sulawesi, sedangkan pada tahun 2019 jumlah masyarakat yang menggunakan BPJS berpengaruh positif terhadap IPM pada Pulau Jawa dan Maluku Papua. (iv) Pada tahun 2018 dan 2019, jumlah masyarakat yang menggunakan internet berpengaruh positif terhadap IPM pada semua pulau di Indonesia. (v) Pada tahun 2018, jumlah Rumah Tanggayang menggunakan listrik berpengaruh positif terhadap IPM pada Pulau Sumatera, Bali Nustra, dan Papua, sedangkan pada tahun 2019 jumlah Rumah Tangga yang menggunakan listrik berpengaruh positif terhadap IPM hanya pada Pulau Sumatera.