Tesis
Keterpilihan Dinasti Politik pada Pilkada Kabupaten/Kota di Indonesia tahun 2017-2020
The Electability of Political Dynasties in Regencies /Municipalities Elections in Indonesia in 2017-2020
Pengarang:
Theresia Wahyuni Yuliartiningsih - ; Vid Adrison (Pembimbing/Promotor) - ; Hera Susanti (Penguji) - ; Yohanna M. L. Gultom (Penguji) -
Deskripsi
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji apakah variabel kesehatan dan variabel infrastruktur berkorelasi pada keterpilihan dinasti politik di pilkada Kabupaten/Kota di Indonesia tahun 2017-2020. Penelitian ini menguji dengan menggunakan data rata-rata 5 tahun sebelum pilkada 2017, 2018 dan 2020 dan sample yang digunakan adalah 508 Kabupaten/Kota yang mengikuti pilkada. Penelitian ini menggunakan model regresi probit dan model regresi heckprobit untuk menguji apakah probabilita keterpilihan dinasti politik dipengaruhi oleh variabel kesehatan yang diproksikan oleh kepersertaan jaminan kesehatan milik pemerintah dan variabel infrastruktur yang diproksikan kondisi jalan mantap. Hasil kontrol selection bias menunjukan bahwa interest variable kesehatan yaitu BPJS Non-PBI signifikan menurunkan probabilita keterpilihan dinasti politik. Arah negatif ini merupakan bentuk retropective economic voting pada dinasti politik, dimana setiap kenaikan 1% kepesertaan BPJS Non-PBI menurunkan probabilita keterpilihan dinasti politik. Hal ini disebabkan oleh karena voters yang menganggap bahwa pemerintah tidak memiliki peran dalam penyediaan fasilitas kesehatan yang gratis karena yang membayar iuran kepesertaan BPJS Non-PBI adalah pemberi kerja atau harus membayar sendiri secara mandiri. Sedangkan interest variable infrastruktur berupa kondisi jalan mantap signifikan meningkatkan probabilita keterpilihan dinasti politik. Hal ini mengindikasikan bahwa politik perbaikan kondisi jalan efektif meningkatkan elektabilitas dinasti politik dan masyarakat menjadikan kondisi jalan sebagai alat retrospective economic voting pada dinasti politik.