Tesis
Kesinambungan Fiskal Indonesia dalam Melewati Tiga Masa Krisis
Indonesia's Fiscal Sustainability through Three Crises
Pengarang:
Imam Rusdiyantoro - ; Robert Arthur Simanjuntak (Pembimbing/Promotor) - ; Riatu Mariatul Qibthiyyah (Penguji) - ; Benedictus Raksaka Mahi (Penguji) -
Deskripsi
Dalam tiga dasawarsa terakhir, situasi fiskal Indonesia diperhadapkan pada tiga krisis yang membutuhkan kecermatan luar biasa untuk menanganinya. Dengan menggunakan fungsi reaksi fiskal (fiscal reaction function), studi ini mencoba mengukur kesinambungan fiskal Indonesia dalam menghadapi krisis keuangan Asia (AFC) 1997-1998, krisis keuangan global (GFC) 2008-2009, dan krisis akibat pandemi Covid-19. Data yang digunakan adalah data tahun 1980 sampai 2021. Secara empiris, hasil estimasi yang dilakukan dengan OLS (Newey-West HAC) mengindikasikan bahwa fiskal Indonesia tetap terjaga kesinambungannya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya respon kuat Pemerintah yang tercermin pada keseimbangan primer. Krisis pandemi Covid-19 memberikan efek negatif terbesar pada fiskal Indonesia sehingga diperlukan respon surplus primary balance yang kuat dan konsisten dalam beberapa tahun ke depan untuk menciptakan ruang fiskal. Lebih jauh, kebijakan pembatasan defisit dan utang terindikasi tidak berdampak signifikan, meskipun dinilai tetap memiliki peran penting untuk mengontrol akumulasi utang.