Tesis
Pengaruh Implementasi Model Kematangan terhadap Pencapaian Value for Money untuk Efesiensi Pengadaan Barang/Jasa Studi Kasus: Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa pada Program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi
The Impact of Maturity Model Implementation on Achieving Value for Money for Procurement Efficiency: A Case Study of the Goods/Services Procurement Unit in the National Strategy Program for Corruption Prevention
Pengarang:
Kusnanto Nugroho - ; Widyono Soetjipto (Penguji) - ; Christina Ruth Elisabeth L. Tobing (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Hanri (Penguji) -
Deskripsi
Pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan sektor penting yang mendukung pembangunan nasional. Pengadaan barang/jasa di Indonesia masih mempunyai permasalahan seperti kurangnya pengelolaan organisasi dan manajemen yang pada akhirnya mempengaruhi pencapaian kinerja pengadaan yang tidak Value For Money. Salah satu indikator kegagalan dalam mencapai Value for Money adalah inefisiensi dalam penggunaan anggaran negara. Pemerintah melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dalam rangka memperbaiki kondisi pengadaan di Indonesia memberlakukan konsep transformasi organisasi dengan model kematangan pengadaan. Model kematangan pengadaan terdiri dari 4 domain dan 9 variabel yang harus diimplementasikan oleh seluruh Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di Indonesia. Model kematangan pengadaan memiliki 5 level yang secara sekuensial harus dicapai minimal level 3. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan estimasi pengaruh model kematangan pengadaan terhadap pencapaian Value for Money untuk efisiensi pengadaan. Studi kasus dilakukan pada 100 UKPBJ Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) pada tahun 2019-2020 yang secara khusus pernah dibina oleh LKPP. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model kematangan pengadaan memiliki kontribusi terhadap peningkatan Value for Money khususnya efisiensi pengadaan