Tesis
Dampak Tren Mobilitas Masyarakat terhadap Polutan Pencemar Udara Selama PSBB Pandemi COVID-19
The Impact of Community Mobility Trend to Specific Air Pollutant during the COVID-19 Large-Scale Social Restriction Policy
Pengarang:
Sylvia Febrina - ; Yohanna M. Lidya Gultom (Pembimbing/Promotor) - ; Widyono Soetjipto (Penguji) - ; Alin Halimatussadiah (Penguji) -
Deskripsi
Kualitas udara merupakan salah satu indikator lingkungan yang berpotensi terkena dampak dari wabah COVID-19 (Zambrano, 2020). Sebagaimana diketahui bahwa pencemaran udara sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Kebijakan lockdown untuk memutus mata rantai COVID-19 membuat mobilisasi masyarakat berkurang signifikan serta menghasilkan peningkatan kualitas udara bahkan menghasilkan manfaat kesehatan manusia yang sejauh ini melebihi jumlah kematian yang dikonfirmasi akibat COVID-19 (Zeng, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak mobilitas masyarakat selama PSBB terhadap konsentrasi polutan udara. Data set utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah set data harian trend mobilitas dan set data harian indikator polutan udara primer (SO2, CO dan NO2). Ditemukan bahwa mobilitas masyarakat selama PSBB berdampak signifikan meningkatkan ketiga polutan tersebut. Sebaliknya, aktivitas masyarakat dirumah berdampak signifikan mengurangi ketiga polutan udara tersebut. Temuan ini mengkonfirmasi beberapa penemuan penelitian terdahulu. Namun ditemukan bahwa ada kecenderungan masyarakat bermobilisasi menggunakan transportasi pribadi selama pandemi COVID-19. Kebijakan yang direkomendasikan adalah dengan mengatur pola mobilitas masyarakat, yaitu pelaksanaan kegiatan kerja secara hybrid, mengevaluasi sumber energi penyebab tingginya polutan dan menghimbau masyarakat untuk tetap menggunakan transportasi umum dengan protokol kesehatan yang ketat