Tesis
Analisis Pembentukan Corporate Culture di Kantor Akuntan Publik CDE
Analysis of Corporate Culture Estabilishment at Public Accounting Firm CDE
Pengarang:
Sintya Marantika - ; Aria Farah Mita (Pembimbing/Promotor) - ; Fitriany (Penguji) - ; Aria Kanaka (Penguji) -
Deskripsi
Budaya memiliki peran yang sangat penting di dalam Kantor Akuntan Publik (KAP). Di
dalam SPM No.1 tentang Pengendalian Mutu bagi KAP yang Melaksanakan Perikatan
Asurans (Audit, Reviu, dan Perikatan Asurans Lainnya) dan Perikatan Selain Asurans,
terdapat tanggung jawab kepemimpinan KAP atas mutu. Di dalam unsur tersebut,
budaya internal KAP bergantung dari kepemimpinan KAP. Peran pemimpin KAP dapat
menjadi salah satu penguat di dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik melalui budaya
internal yang dibentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran partner di
KAP CDE khususnya di ABC Team dalam membentuk corporate culture berdasarkan
SPM No. 1 dan Kode Etik Profesi Akuntan Publik. Peran partner ini selanjutnya
menjadi bagian dari alur pembentukan budaya organisasi menurut Stephen P. Robbins.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang
digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa
wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa partner ABC Team
pada KAP CDE telah menjalankan perannya sebagai pemimpin yang bertanggung
jawab atas mutu sesuai dengan SPM No.1 dan telah menjalankan perannya dalam
mempromosikan kode etik melalui budaya yang telah dibentuk. Proses pembentukan
budaya di ABC Team pada KAP CDE menurut Stephen P. Robbins diawali dari filosofi
pendiri ABC Team yang mengklasifikasikan visi menjadi tiga bagian yaitu people,
company, dan client.Tetapi dalam praktiknya masih terdapat permasalahan terkait
penanaman budaya pada karyawan, sehingga penulis mengusulkan strategi dalam
kerangka sistem pengendalian manajemen yang terdiri dari kontrol sosial yaitu tone at
the top, employee socialization, selection of personnel, interactive controls, clan
controls; dan kontrol teknis yaitu diagnostic controls, policies & procedures, incentive
systems.
dalam SPM No.1 tentang Pengendalian Mutu bagi KAP yang Melaksanakan Perikatan
Asurans (Audit, Reviu, dan Perikatan Asurans Lainnya) dan Perikatan Selain Asurans,
terdapat tanggung jawab kepemimpinan KAP atas mutu. Di dalam unsur tersebut,
budaya internal KAP bergantung dari kepemimpinan KAP. Peran pemimpin KAP dapat
menjadi salah satu penguat di dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik melalui budaya
internal yang dibentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran partner di
KAP CDE khususnya di ABC Team dalam membentuk corporate culture berdasarkan
SPM No. 1 dan Kode Etik Profesi Akuntan Publik. Peran partner ini selanjutnya
menjadi bagian dari alur pembentukan budaya organisasi menurut Stephen P. Robbins.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang
digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa
wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa partner ABC Team
pada KAP CDE telah menjalankan perannya sebagai pemimpin yang bertanggung
jawab atas mutu sesuai dengan SPM No.1 dan telah menjalankan perannya dalam
mempromosikan kode etik melalui budaya yang telah dibentuk. Proses pembentukan
budaya di ABC Team pada KAP CDE menurut Stephen P. Robbins diawali dari filosofi
pendiri ABC Team yang mengklasifikasikan visi menjadi tiga bagian yaitu people,
company, dan client.Tetapi dalam praktiknya masih terdapat permasalahan terkait
penanaman budaya pada karyawan, sehingga penulis mengusulkan strategi dalam
kerangka sistem pengendalian manajemen yang terdiri dari kontrol sosial yaitu tone at
the top, employee socialization, selection of personnel, interactive controls, clan
controls; dan kontrol teknis yaitu diagnostic controls, policies & procedures, incentive
systems.