Tesis
Do General Physicians in Public Health Center Matter in Hospital Claim in Indonesia
Apakah Merekrut Dokter Umum di Pusat Kesehatan Masyarakat Menurunkan Jumlah Klaim Rumah Sakit di indonesia
Pengarang:
Risang Agus Adi Putra - ; M. Halley Yudhistira (Penguji) - ; Hyun Myoung Park (Supervisor) - ; Dayashankar Maurya (Penguji) -
Deskripsi
Tingginya rata-rata pengeluaran kesehatan di suatu kabupaten/kota dapat disebabkan oleh
rendahnya kualitas kesehatan masyarakat tersebut. Usaha kesehatan preventif oleh pusat
kesehatan masyarakat (PKM) tidak didukung dengan jumlah dokter umum yang
memadai. Pendistribusian Tenaga medis yang tidak proporsional telah meningkatkan
biaya klaim rumah sakit, dan dapat membahayakan ketahanan finansial sistem kesehatan
nasional. Studi ini telah membuktikan bahwa pemerintah daerah yang telah merekrut
lebih banyak dokter umum di PKM menanggung lebih rendah klaim rumah sakit. Dengan
menggunakan unit analisis pada tingkat kabupaten/kota, model dianalisis dengan OLS.
Untuk mengurangi masalah heterogeneity, ragam spesifikasi dari populasi yang
memengaruhi independent dan dependent variable dilibatkan dalam model. Asosiasi
negative antara jumlah dokter umum di PKM dan jumlah klaim rumah sakit per kapita
terbukti signifikan secara statistik. Setiap kenaikan 1 dokter umum per 100,000 populasi,
klaim rumah sakit per kapita lebih rendah USD.61 atau 3.2 persen. Namun, temuan
tersebut menunjukkan kecilnya dampak untuk mengatasi pengeluaran kesehatan. Secara
diduga, langkah-langkah preventif tidak didukung secara cukup oleh fasilitas PKM.
rendahnya kualitas kesehatan masyarakat tersebut. Usaha kesehatan preventif oleh pusat
kesehatan masyarakat (PKM) tidak didukung dengan jumlah dokter umum yang
memadai. Pendistribusian Tenaga medis yang tidak proporsional telah meningkatkan
biaya klaim rumah sakit, dan dapat membahayakan ketahanan finansial sistem kesehatan
nasional. Studi ini telah membuktikan bahwa pemerintah daerah yang telah merekrut
lebih banyak dokter umum di PKM menanggung lebih rendah klaim rumah sakit. Dengan
menggunakan unit analisis pada tingkat kabupaten/kota, model dianalisis dengan OLS.
Untuk mengurangi masalah heterogeneity, ragam spesifikasi dari populasi yang
memengaruhi independent dan dependent variable dilibatkan dalam model. Asosiasi
negative antara jumlah dokter umum di PKM dan jumlah klaim rumah sakit per kapita
terbukti signifikan secara statistik. Setiap kenaikan 1 dokter umum per 100,000 populasi,
klaim rumah sakit per kapita lebih rendah USD.61 atau 3.2 persen. Namun, temuan
tersebut menunjukkan kecilnya dampak untuk mengatasi pengeluaran kesehatan. Secara
diduga, langkah-langkah preventif tidak didukung secara cukup oleh fasilitas PKM.