Disertasi
Hubungan Islamic Religiosity Chief Executive Officer dan Chief Financial Officer Dengan Manajemen Laba Serta Peran Keahlian dan Governansi Korporat Sebagai Variabel Moderasi
The Relationship between Islamic Religiosity of Chief Executive Officer and Chief Financial Officer With Earnings Management and the Role of Expertise and Corporate Governance as Moderating Variables
Pengarang:
Sarlina Sari - ; Dodik Siswantoro (Pembimbing/Promotor) - ; Ratna Wardhani (Penguji) - ; Evony Silvino Violita (Penguji) - ; Rahmatina Awaliah Kasri (Penguji) - ; Telisa Aulia Falianty (Penguji) - ; Hilda Rossieta (CoPromotor) - ; Nureni Wijayati (CoPromotor) - ; Sugiyarti Fatma Laela (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana religiositas CEO dan/atau CFO berasosiasi dengan praktik manajemen laba, serta bagaimana keahlian yang dimiliki oleh CEO dan/atau CFO dan mekanisme governansi korporat berperan dalam memoderasi asosiasi tersebut. Penelitian ini menggunakan sebanyak 92 observasi perusahaan publik di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Penelitian ini mengukur manajemen laba menggunakan model discresionary revenue, dan Islamic religosity diukur menggunakan data primer yang diperoleh dari survei. Keahlian akuntansi dan/atau keuangan CEO dan/atau CFO diukur dengan ada atau tidaknya latar belakang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan bidang akuntansi dan/atau keuangan yang dimiliki CEO dan/atau CFO. Mekanisme governansi korporat pada penelitian ini menggunakan ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, dan frekuensi rapat komite audit. Regresi linier digunakan untuk menguji seluruh hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Islamic religiosity CEO dan/atau CFO tidak berasosiasi dengan manajemen laba yang lebih rendah. Namun, Islamic religiosity CEO dan/atau CFO berasosiasi negatif dengan manajemen laba jika diinteraksikan dengan keahlian dan mekanisme governansi korporat. Hasil penelitian ini robust setelah dilakukan pengujian tambahan. Selanjutnya, keahlian akuntansi dan/atau keuangan memperlemah asosiasi negatif Islamic religiosity CEO dan/atau CFO dengan manajemen laba. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pengawasan dari dewan komisaris yang besar dapat memperlemah asosiasi negatif Islamic religiosity CEO dan/atau CFO dan manajemen laba. Sementara proporsi komisaris independen dan frekuensi rapat komite audit tidak memoderasi asosiasi Islamic religiosity CEO dan/atau CFO dan manajemen laba. Hasil pengujian tambahan membuktikan bahwa pengukuran manajemen laba menggunakan model discresionary revenue lebih baik dibandingkan dengan model discresionary accrual. Penelitian ini memberikan bukti yang dapat berguna bagi regulator, khususnya di negara dengan populasi Muslim yang besar. Penelitian ini yang pertama menunjukkan bahwa kolaborasi Islamic religiosity, keahlian, dan governansi korporat dapat mempengaruhi praktik manajemen laba. Penelitian ini juga yang pertama mengukur Islamic religiosity di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei.