Skripsi
Keterkaitan Dinamis antara Pasar Saham Indonesia dengan Mitra Dagang Utama serta Implikasinya terhadap Manajemen Risiko Portofolio melalui Strategi Hedging dan Diversifikasi: Pendekatan GARCH
Pengarang:
Micha Yunan - ; Dewi Hanggraeni (Pembimbing/Promotor) - ; Muthia Pramesti (Penguji) - ; Junino Jahja (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan dinamis (dynamic co-movement) antara pasar saham Indonesia dan pasar saham negara mitra dagang utama serta mengevaluasi implikasinya terhadap strategi hedging dan diversifikasi pada berbagai horizon investasi. Penelitian menggunakan data harian indeks MSCI Indonesia, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, India, dan China selama periode 1997–2025. Metode yang digunakan adalah Wavelet–DCC-GARCH untuk mengestimasi dynamic conditional correlation, variance, dan covariance dalam domain waktu–frekuensi, serta optimal portfolio weight, hedge ratio, dan hedging effectiveness (HE) pada berbagai skala waktu. Selain itu, wavelet coherence (WCOH) digunakan sebagai robustness test untuk memvalidasi konsistensi hubungan antar pasar saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterkaitan antar pasar saham bersifat dinamis dan berbeda pada setiap horizon investasi, di mana pada horizon jangka pendek (D1–D2) tingkat keterkaitan relatif rendah dan tidak stabil, sedangkan pada horizon menengah hingga panjang (D3–D5) keterkaitan meningkat secara signifikan, terutama selama periode krisis global. Analisis dynamic conditional variance dan covariance juga menunjukkan adanya pola volatility clustering dan peningkatan interdependensi antar pasar selama periode krisis. Dari sisi diversifikasi, pasangan Indonesia–Amerika Serikat dan Indonesia–Malaysia memberikan peluang diversifikasi yang relatif lebih baik dibandingkan pasangan Indonesia–Korea Selatan dan Indonesia–China yang menunjukkan tingkat interdependensi lebih tinggi, sementara pasangan Indonesia–Singapura, Indonesia–Jepang, dan Indonesia–India berada pada tingkat keterkaitan menengah. Hasil estimasi lebih lanjut menunjukkan bahwa hedge ratio bersifat time-varying dan cenderung meningkat pada horizon investasi yang lebih panjang, sejalan dengan peningkatan hedging effectiveness (HE) akibat hubungan antar pasar yang semakin stabil dan persisten. Namun demikian, pendekatan optimal portfolio weight secara konsisten menghasilkan tingkat HE yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan hedge ratio pada seluruh skala waktu. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan pentingnya pendekatan multi-horizon dalam memahami dinamika keterkaitan pasar saham global serta dalam merumuskan strategi diversifikasi dan hedging portofolio yang lebih efektif.