Skripsi
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Behavioral Intention pada "QRIS TAP" NFC Mobile Payment: Extended Mobile Technology Acceptance Model
Pengarang:
Alifia Talitha Nugroho - ; Nissa Ghulma Ratnasari (Pembimbing/Promotor) - ; Sri Daryanti (Penguji) - ; Rambat Lupiyoadi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi behavioral intention pengguna QRIS TAP dengan menggunakan pendekatan Extended Mobile Technology Acceptance Model (EMTAM). Penelitian ini mengadaptasi model penelitian Zhang, Q., Khan, S., Khan, S., dan Cao, M. (2023) dengan menguji pengaruh Mobile Self-Efficacy, Technology Self-Efficacy, System and Service Quality, Perceived Critical Mass, Mobile Usefulness, Mobile Ease of Use, dan Perceived Enjoyment terhadap Behavioral Intention penggunaan QRIS TAP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif konklusif dengan desain single cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran self-administered questionnaire secara daring menggunakan Google Forms kepada 215 responden pengguna aktif QRIS TAP di Indonesia yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 hipotesis yang diuji, sebanyak 11 hipotesis didukung dan 3 hipotesis tidak didukung. Variabel Mobile Usefulness, Mobile Ease of Use, Perceived Critical Mass, Technology Self-Efficacy, dan System and Service Quality terbukti berpengaruh positif terhadap Behavioral Intention. Selain itu, Perceived Critical Mass berpengaruh positif terhadap Perceived Enjoyment, sementara Mobile Self-Efficacy dan Technology Self-Efficacy berpengaruh positif terhadap Mobile Usefulness dan Mobile Ease of Use. Namun, Perceived Enjoyment tidak terbukti berpengaruh positif terhadap Behavioral Intention, demikian pula Mobile Self-Efficacy terhadap Behavioral Intention dan System and Service Quality terhadap Mobile Ease of Use. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengguna QRIS TAP di Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor utilitarian berupa manfaat, kemudahan penggunaan, kualitas sistem, dan kesiapan teknologi dibandingkan faktor hedonik berupa kesenangan penggunaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model penerimaan teknologi pembayaran digital berbasis NFC serta memberikan implikasi manajerial bagi penyedia layanan pembayaran digital dan regulator dalam meningkatkan adopsi QRIS TAP di Indonesia.